Perubahan Sekolah Pedalaman di Papua Barat

Taman Baca Sekolah Pedalaman di Papua Barat.
Sumber :

“Salah satu masalah yang kami hadapi adalah kurangnya ruang kelas,” ucap Dorman Ainusi, guru kelas IV. “Kami memiliki enam rombongan belajar, sementara ruang kelas yang tersedia hanya empat. Maka terpaksa kami gabungkan anak-anak kelas V dan kelas VI dalam satu ruang kelas. Anak kelas V hanya tujuh orang dan anak kelas VI hanya lima orang. Jadi kelas kami belah jadi dua,” lanjutnya.

img_title Tanggung Jawab dan Rekonsiliasi Masyarakat Lumban Dolok

Untuk mengatasi kekurangan kelas, Dorman membangun Taman Baca di samping sekolah. Taman Baca ini digunakan secara bergilir untuk proses belajar-mengajar. “Anak-anak suka sekali belajar di sini,” kata Satriani guru kelas II. Selain digunakan untuk proses belajar-mengajar, Taman Baca juga menjadi tempat untuk anak-anak membaca buku bacaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Setiap pagi sebelum jam belajar, empat hari dalam seminggu anak-anak membaca bersama di Taman Baca,” sambung Satriani. Mereka bebas memilih buku bacaan yang disukai. Buku-buku bacaan ini adalah hibah dari Usaid Prioritas dan bantuan dari beberapa orang. Gambaran kondisi SD Inpres 62 Gaya Baru adalah gambaran persekolahan di pedalaman Papua pada umumnya. Kehadiran guru dan siswa yang jarang, ruang kelas yang kurang adalah lazim ditemui di pedalaman Papua.

img_title Jokowi Diminta Lerai Konflik Ketua Pramuka dengan Menpora

Itulah sebabnya hasil belajar siswa pada umumnya sangat mengecewakan. Namun dengan upaya yang sungguh-sungguh dari Dinas Pendidikan, kepala sekolah, dan guru-guru maka situasi tersebut bisa diubah. Guru-guru yang mengajar dengan ramah membuat siswa suka ke sekolah. SD Inpres 62 Gaya Baru telah membuktikan bahwa persekolahan di pedalaman Papua bisa diperbaiki.

Anak-anak kelas II, III dan IV semua sudah bisa membaca. Sehingga mereka bisa belajar mata pelajaran lain di kelas V dan VI tanpa kesulitan. Anak-anak Papua adalah anak-anak yang cerdas. Dengan cara mengajar yang sesuai, mereka akan menjadi anak-anak yang berprestasi. (Tulisan ini dikirim oleh Handoko Widagdo, Whole School Development Specialist Usaid Prioritas)

img_title Bantuan untuk Pesantren Mirrozatul Lombok Barat
Ilustrasi.

Pergilah Dinda Cintaku

Maafkan aku yang terlalu berlebihan mencintaimu.

img_title
VIVA.co.id
26 Februari 2018
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut