Youth Employment dan Digital Workers

Ilustrasi konten digital.
Sumber :
  • Viva.co.id/Amal Nur Ngazis

Lain halnya dengan era knowledge creative. Ide brilian dari satu orang bisa saja menggerakkan industri kreatif pada saat itu juga. Makin banyak orang yang melahirkan ide brilian, semakin banyak industri kreatif yang terlahir. Dan tentu saja hal ini akan memberikan dampak terhadap perekonomian sebuah negara.

img_title Kisah Penjual Cilok dan Rumahnya yang Nyaris Hancur

Pemuda mempunyai fungsi dan peran yang strategis dalam pembangunan dan pembaharuan bangsa. Dalam proses pembangunan bangsa, pemuda merupakan kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan dalam pembangunan nasional. Menurut Undang-undang RI No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, menyebutkan bahwa pemuda adalah warga negara Indonesia yang berusia 16-30 tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan hasil Susenas Tahun 2015, dari sekitar 254,9 juta jiwa penduduk Indonesia, sekitar 61,68 juta jiwa (24,20 persen) di antaranya adalah pemuda. Pemuda lebih banyak yang tinggal di perkotaan daripada di pedesaan. Di antara penduduk yang tinggal di perkotaan, sebesar 25,50 persennya adalah pemuda. Sedangkan di pedesaan sebesar 23,21 persennya adalah pemuda. Persentase pemuda tertinggi berada pada kelompok umur 26−30 tahun (34,11 persen). Sebaliknya, persentase pemuda terendah berada pada kelompok umur 16-20 tahun (32,38 persen).

img_title Cinta dan Cemburu

Berdasarkan data Sakernas Agustus 2015, pemuda yang terlibat dalam kegiatan ekonomi cukup tinggi dengan nilai TPAK sebesar 60,38 persen. Artinya, dari lima orang pemuda, tiga di antaranya bekerja, mempersiapkan pekerjaan, atau mencari pekerjaan. Dan dua pemuda lainnya sedang sekolah, mengurus rumah tangga, atau kegiatan lainnya. Persentase pemuda bekerja yang tamat sekolah menengah (SMA/sederajat) sebesar 39,44 persen, sekolah menengah pertama (SMP/sederajat) sebesar 23,52 persen, dan sekolah dasar (SD/sederajat) sebesar 18,38 persen. Sedangkan persentase pemuda bekerja yang berpendidikan tinggi hanya sebesar 12,71 persen.

Secara umum, komposisi jenis pekerjaan pemuda didominasi oleh mereka yang bekerja sebagai tenaga usaha dan jasa (49,28 persen) serta tenaga operator dan pekerja kasar (40,05 persen). Hanya 10,67 persen pekerja pemuda yang berprofesi sebagai profesional, kepemimpinan dan tata usaha. Hampir seluruh pemuda yang bekerja sebagai profesional, kepemimpinan dan tata usaha merupakan lulusan perguruan tinggi dan SMA/sederajat, yaitu masing-masing sebesar 63,99 persen dan 32,23 persen.

img_title Coastal Beach Clean Up di Hari Peduli Sampah Nasional

Pada jenis pekerjaan tenaga usaha dan jasa, pemuda lulusan SMA/sederajat lebih dominan dengan persentase sebesar 40,95 persen. Diikuti oleh lulusan SMP/sederajat (22,65 persen) dan SD/sederajat (18,55 persen). Adapun pada jenis pekerjaan tenaga operator dan pekerja kasar, didominasi oleh lulusan SMA/sederajat (39,45 persen) dan SMP/sederajat (30,24 persen).

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut