Harapan Siswa Indonesia di Jeddah pada Kunjungan Raja Salman

Kondisi Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) saat ini. (foto u-report)
Sumber :

Gedung yang disewa SIJ hanya memiliki 23 kelas. Sedangkan SIJ saat ini memiliki 46 rombongan belajar untuk menampung sebanyak 1440 siswa lebih. Para siswa belajar secara berdesak-desakan. Sehingga harus disiasati dengan membaginya menjadi tiga shift, yaitu pagi, siang dan sore. Para guru pun terpaksa harus mengajar dari pagi hingga sore, mulai pukul 07.00 hingga 17.00.

img_title Raja Salman Sukses Jalani Operasi Kantung Empedu

Dengan jumlah murid sebanyak 1440 siswa lebih, sekolah yang berdiri sejak tahun 1964 ini idealnya membutuhkan gedung yang memiliki 50 kelas lebih. Sehingga dapat menampung siswa secara keseluruhan yang jumlahnya terus bertambah. Akibat dari kurangnya kelas dan fasilitas yang ada pada SIJ, maka seluruh kegiatan ektrakulikuler tidak dapat dilaksanakan secara maksimal. Padahal siswa SIJ memiliki potensi yang sangat besar untuk bisa menguasai lebih dari sekadar kurikulum nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para murid mestinya dapat diberikan mata pelajaran bermuatan lokal seperti bahasa Arab, hafalan Alquran, manasik haji dan umrah, serta sejarah dan budaya Saudi, dll. Sehingga lulusannya dapat bersaing dengan lulusan sekolah negara lain di Jeddah yang sudah memiliki sekolah internasional. Seperti Bangladesh Internasional School, Pakistan Internasional School, India Internasional School, bahkan Ethiopian Internasional School untuk menghadapi visi baru Arab Saudi 2030 yang menaruh perhatian lebih terhadap pembangunan SDM.

img_title Pergilah Dinda Cintaku

Para guru pun tidak memiliki kantor yang nyaman. Sehingga persiapan belajar dan mengajar banyak dilakukan di rumah masing-masing. Belum lagi permasalahan kapasitas tenaga pengajarnya yang masih jauh dari standar, buku pegangan, disiplin, dll. Upaya pencarian gedung baru untuk disewa sudah dilakukan sejak delapan tahun lalu namun belum mendapatkan hasil. Sebab mencari gedung sekolah untuk kapasitas 1440 murid tidaklah mudah. Selalu saja terbentur dengan masalah persyaratan standar sekolah dan biaya yang tampaknya sulit dipenuhi.

Namun, masalah ini harus mendapatkan solusi. Jika tidak, maka dikhawatirkan akan banyak anak usia sekolah WNI yang hanya bisa mengikuti program kejar paket ABC saja karena gedungnya over kapasitas. Atau orang tua murid khawatir untuk menyekolahkan anaknya karena gedungnya tidak layak dari segi keselamatan dan keamanan. Maka memiliki atau membangun gedung memiliki tingkat urgensi yang sangat tinggi di samping melakukan perbaikan terhadap tata kelola SIJ.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Tanggung Jawab dan Rekonsiliasi Masyarakat Lumban Dolok
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut