Harapan Siswa Indonesia di Jeddah pada Kunjungan Raja Salman
Untuk itu membangun atau memiliki gedung sekolah sendiri merupakan salah satu terobosan diplomasi bagi Perwakilan RI di Arab Saudi untuk mensejajarkan hubungan kedua negara. Sekaligus memberikan perlindungan terhadap WNI di bidang pendidikan yang merupakan amanah UUD 45 pasal 31. Semakin lama menunda investasi pada gedung sekolah, maka semakin mahal biaya yang akan ditanggung di kemudian hari. Mengingat harga properti yang terus mengalami kenaikan.
Belum lagi ditambah dengan social cost yang dialami oleh anak bangsa. Anak para pahlawan devisa yang menghasilkan tidak kurang dari 20,7 triliun rupiah lebih per tahun (remitensi dari Arab Saudi, data BI th 2014) bagi Republik Indonesia. Dengan kebutuhan kurang lebih 7500 m2 untuk tanah dan bangunan (sesuai standar persyaratan Pemkot Jeddah) dengan asumsi harga tanah dalam kota Jeddah sekitar SR 4000 per meter persegi sama dengan SR 30 juta atau sekitar 100 miliar rupiah (perlu kajian lebih lanjut), tampaknya tidak menjadi masalah bagi negara besar seperti Indonesia.
Diharapkan dengan kunjungan Raja Salman ke Indonesia, pemerintah RI tidak lupa untuk memasukan agenda membangun sarana pendidikan bagi para anak WNI usia sekolah yang bermukim di Arab Saudi. (Tulisan ini dikirim oleh Abdullah M Umar, Ketua Komite Sekolah Indonesia Jeddah)