Krisis Karakter di Dunia Pendidikan

Ilustrasi anak sekolah.
Sumber :
  • Pixabay/Public domain pictures

Saat bangsa ini menganut sistem demokrasi yang bertumpu pada empat pilar kebebasan. Yakni kebebasan bertindak, berpendapat, bebas mengeksploitasi sumber daya alam, kebebasan beragama, yang terangkum dalam HAM, maka bisa kita saksikan dan rasakan bahwa aturan yang diterapkan di tengah masyarakat adalah aturan yang liberal.

img_title Kisah Penjual Cilok dan Rumahnya yang Nyaris Hancur

Dunia gelap remaja, semisal bisnis dan konsumsi narkoba. Barang haram ini tidak diberantas seutuhnya karena dipandang sebagai benda ekonomis sepanjang masih ada orang yang membutuhkannya dan ternyata menguntungkan. Pergaulan bebas tidak serius dilarang, mengingat bahwa persoalan ini masuk dalam ranah individu yang mempunyai hak asasi manusia untuk melakukan apa saja yang disukainya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pornografi-pornoaksi, cenderung dilegalkan karena memberi keuntungan pada pendapatan individu masyarakat maupun negara dengan pajaknya. Dan segudang problem lain, termasuk dalam hal pelaksanaan hak beragama. Kasus semisal ahmadiyah, aliran sesatnya Lia Eden, cuci otak ala NII, dan aliran sesat lainnya tidak kunjung tuntas dan telah membawa banyak korban.

img_title Cinta dan Cemburu

Bila pendidikan dijadikan tumpuan untuk membangun karakter bangsa unggulan. Sementara sistem besar yang menjadi pilar tegaknya pendidikan ini berorientasi pada sekularisme dan kapitalisme, akankah berhasil? Jawabnya tentu tidak. Tumpuan ini begitu rapuh. Orientasi pendidikan sudah dibalut kepentingan ideologi kapitalistis. Bagaimana bisa dilawan dengan gerakan moral yang berbasis pada pilar bangsa yang nyatanya juga sekuleris?

Pencanangan pendidikan karakter kebangsaan, di samping tidak akan menyelesaikan persoalan juga menjadi bukti adanya upaya pelanggengan ideologi sekulerisme di negeri ini. Pendidikan yang selama ini menjadi pintu masuknya pemahaman justru makin terkuasai oleh sekulerisme. Pendidikan dalam pandangan Islam kafah sudah diatur secara sempurna. Lalu akankah kita umat Islam masih akan menerima konsep pendidikan di luar Islam? Padahal, Allah SWT telah memperingatkan dalam Alquran.

img_title Coastal Beach Clean Up di Hari Peduli Sampah Nasional

“Katakanlah: Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai  daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.”(QS. At Taubah:24)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut