Kehidupan Pengrajin Bata Merah di Desa Transat Kalimantan

Pengrajin bata merah di Desa Transat Kalimantan.
Sumber :

Untuk menuju tempat air, dia pun harus mengambil air di bekas galian yang sudah membentuk sumur besar. Itupun tatkala ada hujan. Jika musim kemarau terpaksa harus menumpang ke tetangga. Namun dia masih tetap bersyukur karena bosnya masih membolehkannya tinggal. “Yang penting teduh,” papar Mujinah.

img_title Cinta dan Cemburu

Di rumah kecil yang bersebelahan dengan pabrik bata itu, dia hidup bersama keenam anaknya yang masih kecil-kecil. Anak pertamanya duduk di kelas 5 SD, dan anak bungsunya baru berusia tiga tahun. Meski memiliki anak batita, ibu yang ramah ini pun turut membantu perekonomian keluarga dengan membantu mencetak tanah liat menjadi bata.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya pengrajin bata merah saja, Rumah Yatim Arrohman Indonesia cabang Banjar Baru, yang berada di Jl. Ahmad Yani km. 34 No. 43 Banjar Baru, Kalimantan Selatan pun memberikan perhatiannya dalam program pemberdayaan santunan biaya hidup ini kepada Sunardi, Asropi, dan Diman yang bekerja serabutan. “Program ini diberikan kepada warga kurang mampu, khususnya fakir dan miskin.” papar Hendiansyah, Kepala Asrama Rumah Yatim Banjar Baru. (Tulisan ini dikirim oleh Enuy Nuryati)

img_title Coastal Beach Clean Up di Hari Peduli Sampah Nasional
Viral Alquran Dilempar Petugas saat Eksekusi Rumah Yatim Piatu

Viral Alquran Dilempar Petugas saat Eksekusi Rumah Yatim Piatu

Video proses eksekusi rumah yatim piatu viral di media sosial. Pasalnya diduga terjadinya pelemparan Alquran oleh petugas eksekusi saat mengosongkan rumah tersebut.

img_title
VIVA.co.id
2 Desember 2021
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut