Bantuan 500 Paket Sembako untuk Warga Ujung Tebu Banten
Tim sudah mempersiapkan dengan matang dari jauh-jauh hari agenda besar tersebut. Terutama hal-hal yang berhubungan dengan teknis dan lapangan. Keberangkatan dimulai sejak Senin pukul 13.00 dan tiba di Banten sekitar pukul 17.49. Sempat diguyur hujan dan macet di perjalanan sehingga sedikit keluar dari target waktu yang diperkirakan sampai di lokasi.
Meskipun telah lelah selama perjalanan, namun tidak mengurangi niat dan semangat seluruh tim dan relawan. Saat tiba di Desa Ujung Tebu, langsung melakukan rapat kecil untuk melakukan persiapan malamnya. Selepas rapat, tim kemudian langsung meninjau lokasi secara bersama-sama untuk simulasi teknis lapangan. Tim Rumah Yatim yang berjumlah 13 orang dibantu oleh 8 relawan dan warga setempat melakukan pemasangan umbul-umbul, peletakan meja dan kursi serta pembagian kerja.
Bagi-bagi sembako kali ini sangat menarik. Selain turut berpartisipasi pihak aparat desa, dalam hal ini Lurah Desa Ujung Tebu, juga ada tausiyah oleh Ustaz Abdul Kholiq. Selain itu, dihadirkan pula sebuah taman baca keliling yang diberi nama Serambi Baca Mumu TB.
Kegiatan ini sangat membantu warga yang sedang menunggu antrian. Terutama orang tua yang membawa anak-anaknya. Mereka bisa melepas penat dengan membaca beberapa buku cerita bergambar yang disediakan oleh tim.
Acara pun berlangsung lancar. Meskipun cuaca panas menyengat, warga terus saja berdatangan. Target pembagian 500 sembako berjalan dengan baik, dan tentu disalurkan pada pihak-pihak yang tepat dan membutuhkan. Pihak Rumah Yatim bersama tim lainnya berusaha terus memantau beberapa kendala yang terjadi di lapangan. Misalnya beberapa warga yang tidak membawa data secara lengkap, namun tetap mendapatkan bantuan setelah melakukan proses verifikasi ulang.
Acara pun usai hingga pukul 10.40 sejak dimulai dari pukul 08.00 pagi. Tim Rumah Yatim diwakilkan oleh Agus Hermawan sebagai manajer area Rumah Yatim Tangerang Selatan, menutup pembicaraan dengan kepala lurah yang telah banyak membantu terlaksananya kegiatan tersebut. Para tim dan relawan pun akhirnya berpamitan untuk melakukan kegiatan di Pesantren Roudhatul Mubtadiin. (Tulisan ini dikirim oleh Muhammad Burniat)