Pria Ini Tak Mengeluh meski Tangan dan Kakinya Kecil
Penerimaan itu tak hanya dari sang ibu. Teplu dengan segala keterbatasannya bahkan tetap memberikan bakti pada ibunya. “Kalau pagi Teplu bangun lebih dulu. Dia langsung ke dapur dan menyalakan tungku sendiri, menaruh air di periuk, dan dia yang merebuskan air untuk ibunya,” jelas salah satu tim Rumah Yatim, Faizin yang ikut mengunjungi keduanya.
Tegar. Begitu kira-kira yang digambarkan Faizin melihat situasi mereka. Tak ada sedikit pun keluh kesah dan beban. Seolah mereka menikmati takdir yang Allah berikan. Rasa kasih sayang keduanya pun mengharukan. Mereka saling melengkapi dan hidup berdampingan. Kisah anak lelaki dan ibunya yang mungkin jarang ditemui dewasa ini.
“Yang saya khawatirkan itu cuma satu. Saya sudah tua. Nanti kalau saya mati, siapa yang akan mengurus Teplu? Siapa yang akan di samping Teplu?” ujar sang ibu yang membuat terenyuh hati tim Rumah Yatim. (Tulisan ini dikirim oleh Sinta Guslia)