Kisah Buruh Cuci yang Sukses Sarjanakan Anaknya
Ibu Nurhayati mengaku ia dari dahulu selalu mengajarkan anaknya untuk hidup tidak muluk-muluk dan selalu membiasakan diri sederhana. “Saya bilang ke mereka, kalau punya uang ditabung biar bisa sekolah tinggi. Saya terangkan kalau saya tak bisa kasih mereka makan enak tapi selama masih ada nasi, saya harap mereka tak mengeluh. Selama punya baju biar enggak bagus dipakai saja dan disyukuri,” ungkapnya.
Baginya, hidup adalah tentang menerima kondisi. “Apapun kondisinya senang saja. Mau susah sekalipun, ya dibawa senang saja. Sebab yang penting itu mau usaha dan enggak muluk-muluk, sederhana sajalah,” tegasnya di ujung telepon.
Ialah Nurhayati, ibu dari dua anak yang berhasil menguliahkan sang anak dengan keringat sendiri meski hanya seorang tukang cuci. Kondisi yang diterimanya tidak membuatnya putus ada dan malah terus berusaha memaksimalkannya. Nurhayati mengajarkan kita semua bahwa usaha tak pernah mengkhianati hasil. (Tulisan ini dikirim oleh Sinta Guslia)