Anak Santun Berbahasa Jawa Dimulai dari Rumah

Bahasa Jawa.
Sumber :
  • http://sebaiknyaanda-tahu.blogspot.com

Ketiga, hendaknya orang tua sering memperdengarkan lagu-lagu bernuansa Jawa di rumah. Bentuknya bisa tembang macapat, tembang dolanan, campursari atau mungkin juga dangdut koplo. Tujuannya bukan mengubah selera musik anak, tapi menambah pengetahuan anak terhadap kosakata bahasa Jawa, terutama bahasa krama.

img_title Kisah Penjual Cilok dan Rumahnya yang Nyaris Hancur

Keempat, memasang slogan, peribahasa, atau kata-kata motivasi berbahasa krama di rumah. Jangan lupa disertai terjemahan atau artinya dalam bahasa Indonesia. Orang tua dapat membuatnya sendiri. Bisa ditulis tangan atau dicetak printer. Lalu dilaminating dan ditempelkan di tempat yang terjangkau pandangan anak. Selain mendukung penguasaan kosakata, ini juga dapat menanamkan nilai filosofis budaya Jawa pada anak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu prinsip penyelenggaraan pendidikan adalah memberi keteladanan dan  membangun kemauan. Sementara itu, orang tua dari anak usia wajib belajar berkewajiban memberikan pendidikan kepada anaknya (UU Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 pasal 7). Berdasarkan hal tersebut, maka keempat hal yang disampaikan di atas sewajarnya dilaksanakan. Lagi pula tidak lucu orang Jawa dengan bahasa ibu Jawa, tetapi tidak bisa berbahasa krama. (Tulisan ini dikirim oleh Ilham Wahyu Hidayat, Malang)

img_title Cinta dan Cemburu
Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) di Surakarta, Jawa Tengah.

UNS Jadi Tuan Rumah Pertemuan Berbahasa Jawa Sedunia

Pertemuan itu akan dihadiri 268 peserta dari tujuh negara.

img_title
VIVA.co.id
19 Juni 2019
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut