Puasa di Bulan Ramadan dan Budaya Korupsi

Ilustrasi suap.
Sumber :
  • http://www.blogpakihsati.com

Terakhir KPK menangkap pejabat Kemendes dan pegawai BPK yang menambah keyakinan publik bahwa korupsi tidak mengenal waktu dan tetap saja terjadi. Pertanyaan yang mendasar apakah budaya korupsi ini akan terus terjadi di bangsa ini? Jawabanya pasti semua orang tidak mau hal ini terjadi terus.

img_title Cinta dan Cemburu

Budaya korupsi ini telah menjalar ke semua bidang dan merusak tatanan yang telah ada. Taraf kehidupan masyarakat kita masih banyak yang di bawah rata-rata. Tetapi budaya korupsi yang dilakukan pejabat dan pihak lain makin hari semakin banyak. Terkesan para pejabat yang memiliki kewenangan terlena dengan gemerlap jabatan yang bisa menguntungkan pribadi dengan praktik tidak amanah penyelewengan kekuasaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adanya KPK yang rajin menjalankan penegakan hukum tidak  menghentikan budaya korupsi yang terjadi. Korupsi tetap ada walaupun penegak hukum terus mensosialisasikan budaya korupsi yang bisa menghancurkan semua tatanan bangsa. Apa yang menjadi persoalan yang mendasar sehingga korupsi terkesan menjadi kebiasaan yang terjadi saat ini?

img_title Coastal Beach Clean Up di Hari Peduli Sampah Nasional

Kebutuhan yang meningkat dan gaya  hidup yang tidak sesuai ini menjadi salah satu faktor terjadinya korupsi. Pelaku-pelaku korupsi adalah orang yang berpendidikan, memiliki jabatan tinggi, dan kesejahteraan hidup terjamin. Kepuasan yang tidak ada habisnya ini yang menyebabkan terjadinya korupsi serta hilang rasa sensitifitas dan kepedulian. Moralitas terganggu oleh kepentingan jangka pendek yang menghadirkan kesenangan dan kepuasaan sesaat.

Bulan Ramadan bisa dijadikan momentum untuk menekan budaya korupsi agar tidak merajarela. Peningkatan kualitas diri yang disebutkan di atas dalam bulan Ramadan bisa menjadi bahan refleksi bagi semua orang untuk meningkatkan taraf kehidupan individual yang religius, selalu mengedepankan nilai-nilai baik, dan menjauhkan nilai-nilai yang merusak tatanan kehidupan pribadi dan kehidupan sosial.

img_title Driver Ojek Online Sedekah Jasa Antar Anak Yatim ke Sekolah

Individu yang handal yang bisa memaknai bulan puasa ini sebagai momentum untuk merefleksikan diri. Untuk terus istiqamah dalam menjalankan kehidupannya sebagai hamba Sang Khalik dan sebagai makhluk sosial yang berinteraksi untuk membangun bangsa.

Puasa semestinya bisa dijadikan oleh semua pihak untuk introspeksi agar kualitas yang didapatkan dari bulan Ramadan ini bisa menjadi teladan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Budaya korupsi harus ditekan agar tidak terjadi terus. Dan kekuatan individu yang beriman tentu menghindari budaya korupsi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut