Kakek Engkus, Hidup Sebatang Kara di Atas Tanah Kuburan
Engkus, tak hidup sendiri di tanah kuburan itu. Dia hidup bersama yang lainnya yang juga tinggal di gubuk yang tanahnya harus mereka sewa tiap bulannya. Kusumayanto adalah sosok orang tua kesepian. Hidup sendiri tanpa kasih sayang dari keluarga terdekatnya. Semua orang meninggalkannya di masa tua. Hanya para tetangga yang masih baik kepadanya, karena sosok Engkus memang tak segan membantu para tetangga.
Hal tersebut mengingatkan Nenden untuk menghargai orang tua selagi masih ada. Kita harus selalu menyayangi dan merawat mereka di masa tua, seperti mereka menyayangi kita di masa kecil. “Sebagai anak, kita harus berbuat baik kepada orang tua. Jangan biarkan orang tua kita seperti Bapak Engkus yang terpaksa harus hidup sebatang kara,” ujar Nenden. (Tulisan ini dikirim oleh Sinta Guslia)