Potret Kemiskinan Seorang Buruh Tani di Aceh
Tapi apa mau dikata, seperti kata Anisah, “Mau gimana lagi, kami tak punya uang untuk menyekolahkan anak-anak kami”. Harga sekolah memang sudah gratis, namun tak semua atribut yang ada di sekolah itu gratis.
Kehidupan mereka membuat Dewi tertunduk dan memuji kebesaran Allah. Di tengah kota yang besar ini, di tengah gencarnya pemerintah Aceh memberantas kemiskinan, ternyata mereka masih juga belum tersentuh.
Bersyukur Dewi bisa bertemu dan memberikan kebutuhan biaya pokok untuk meringankan beban mereka. Setidaknya Rumah Yatim dengan para donaturnya dapat membantu meringankan beban mereka. Dan Dewi berharap dengan kisah ini banyak orang yang terus peduli terhadap mereka, menyisakan sedikit hartanya agar mereka dapat memenuhi kebutuhannya. (Tulisan ini dikirim oleh Sinta dan Enuy)