Di Balik Meriahnya Petasan dan Kembang Api saat Lebaran

Keindahan pesta kembang api.
Sumber :
  • REUTERS/Marcelo Regua

Warna yang dihasilkan dari bahan kimia bermacam-macam. Warna merah merupakan pencampuran dari litium dan strontium, warna hijau berasal dari barium, warna kuning dari natrium, sedangkan warna biru berasal dari tembaga.

img_title Cinta dan Cemburu

Keindahan warna-warni dan pijaran api yang dihasilkan dari kembang api memberikan kesan yang mengagumkan dan menghiasi langit malam seolah terlihat seperti taburan bintang-bintang. Hal inilah yang membuat sebagian besar masyarakat menganggap suasana malam takbiran akan menjadi lebih meriah dengan kembang api.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pengaplikasian ilmu fisika, pembentukan warna dalam kembang api terdiri atas dua mekanisme utama yaitu incandescence dan luminescene. Pembentukan warna dengan metode incandescene dilakukan dengan proses pemanasan. Cahaya yang dihasilkan dari proses pemanasan ini pada awalnya berupa cahaya inframerah. Perubahan warna akan menjadi semakin menarik seiring bertambahnya panas suatu bahan.

img_title Coastal Beach Clean Up di Hari Peduli Sampah Nasional

Sedangkan, pembentukan warna dengan metode luminiscene membutuhkan sumber energi selain panas. Dalam prosesnya energi diserap oleh elektron suatu atom atau molekul sehingga energi atom menjadi tereksitasi dan tidak stabil. Kemudian saat elektron kembali ke energi yang rendah, maka akan terlepas energi dalam bentuk foton (cahaya).

Suara oleh petasan dan cahaya oleh kembang api membuat sensasi yang menyenangkan saat perayaan pada hari Lebaran. Seringkali kegembiraan pada momen Lebaran membuat sebagian orang terlupa akan bahaya dari petasan. Berbicara tentang bahaya petasan, setiap tahunnya akan selalu saja ada korban yang terluka bahkan meninggal dunia oleh petasan. Perayaan Lebaran dengan petasan dan kembang api sebenarnya merupakan suatu bentuk tindakan yang melanggar keamanan dan kenyamanan publik.

img_title Driver Ojek Online Sedekah Jasa Antar Anak Yatim ke Sekolah

Menanggapi hal ini, pemerintah setempat sudah berupaya menertibkan masyarakat dalam menggunakan petasan dan kembang api. Upaya penertiban ini merupakan langkah yang selalu dilakukan oleh aparat keamanan, salah satunya dengan merazia penjual petasan.

Meskipun demikian, ternyata para penikmat petasan tidak pernah berkurang. Bahkan tak dapat disangkal lagi tentunya petasan semakin sulit diberantas karena telah membudaya pada masyarakat. Demi keselamatan dan keamanan dalam kegembiraan menyambut Ramadan dan Lebaran sebenarnya tidak harus dengan petasan. (Tulisan ini dikirim oleh Rika Susanti, Mahasiswa Fisika Universitas Andalas, Padang)

Ilustrasi

Menata Hati Sambut Bulan Suci

Sucikan hati sebelumnya bulan Ramadhan.

img_title
VIVA.co.id
30 Maret 2018
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut