Jadilah Abang yang Baik untuk Adik-adikmu
- Pixabay/HaiRobe
Lalu kuajak dia untuk membeli topi. Dia yang memilihnya. Pada awalnya, ia minta dipilihkan olehku karena dia selalu berpikir kalau pilihanku pasti bagus. Setelah kubelikan, dia berterima kasih padaku. Aku tidak menjawab dan hanya tersenyum.
Ingin rasanya aku menitikkan air mata, karena aku merasa bersalah padanya. Bukan karena meminta si abang pangkas rambut untuk memotong tipis rambutnya. Tapi karena baru kali ini aku perhatian dan peduli padanya.
Aku memang jarang menunjukkan kepedulianku pada adik-adikku. Karena aku sudah jarang tinggal di rumah orang tuaku dan menetap di rumah kakek. Aku merasa, sedikit demi sedikit, aku sudah mulai menjadi abang yang baik bagi adik-adikku. Aku ingin menjadi lebih baik lagi.
Kalau saja aku berhasil meraih mimpi dan cita-citaku yang ingin menjadi seorang penulis, pasti mereka mau mendengarkanku. Dan memandangku sebagai panutan serta contoh yang baik untuk ditiru bukan hanya oleh mereka, tapi juga oleh sepupu-sepupuku lainnya. (Tulisan ini dikirim oleh Ridho Adha Arie, Pekanbaru)