Kisah Kakak Beradik Penghafal Alquran
Omah melihat kedua anaknya tersebut, terutama Hamid yang bercita-cita ingin menjadi ustaz ini selalu rajin belajar dari sejak kecil. Ketertarikannya pada pelajaran tak pernah Omah suruh-suruh atau dipaksakan. Namun, Hamid kecil selalu belajar dan mengaji walau dalam keadaan sakit sekalipun.
Berbeda dengan Hamid, Anis tidak begitu rajin belajar. Namun entah kenapa prestasinya tidak pernah menurun. Dia selalu saja di ranking teratas. Untuk belajar tahfiz, kedua anak-anak ini memang memiliki fasilitas yang memadai. Karena di sekolah mereka, yakni Anis di SMP IT BIU ada kurikulum diniah yang mengharuskan siswa-siswinya untuk menghafal Alquran.
Sedangkan, Hamid yang sekolah di SD Elfitra juga menerapkan kurikulum yang serupa. Belum lagi dukungan di asrama mereka. Yakni Anis di Lodaya dan Hamid di Antapani yang juga menerapkan kurikulum diniyah (agama). Mereka terus diasah untuk menghafal Alquran. Maka, tak heran mereka kini menjadi para hafiz terbaik Rumah Yatim. (Tulisan ini dikirim oleh Enuy Nuryati)