Surami, Wanita Tangguh dari Pringtali Yogyakarta
Menjadi seorang buruh tani, Surami hanya mendapat penghasilan Rp100 ribu sampai Rp150 ribu per bulan, tergantung pesanan. Beruntung, ia tinggal di rumah peninggalan suaminya, jadi ia tidak perlu memutar otak untuk memikirkan biaya sewa rumah.
Rumah Yatim Yogyakarta yang mengetahui informasi tersebut dari salah satu warga bernama Tanijan langsung mengunjungi kediaman Surami. Ketika ditemui tim, terlihat Sutari sedang menemani kakaknya di halaman rumah. Tidak jauh dari mereka, tim melihat Surami sedang membereskan rumah. Surami saat itu sedang tidak bekerja karena tidak menerima pesanan dari petani.
Dalam kunjungannya, Rumah Yatim Yogyakarta memberikan santunan tunai biaya hidup kepada Surami dan anak-anaknya. Rumah Yatim ingin memberikan apresiasi atas ketangguhan Surami dan keluarga. “Alhamdulillah Ya Allah, terima kasih atas semua kebaikannya. Kami doakan semoga Rumah Yatim semakin maju dan donaturnya dilindungi Allah. Mohon doanya, agar kami diberikan kekuatan dan kesehatan oleh Allah,” kata Surami sambil menangis.
“Saya merasa bersyukur bisa ditemukan dengan keluarga tangguh ini. Dengan melihat keluarga tangguh ini, saya semakin bersyukur dan bersemangat untuk terus membantu Rumah Yatim menyalurkan amanah dari donatur kepada mereka yang berhak menerimanya,” kata Ecep, salah satu tim blusukan Rumah Yatim Yogyakarta.
“Alhamdulillah amanah zakat masyarakat Indonesia yang dititipkan melalui Rumah Yatim telah sampai kepada warga kurang mampu di wilayah Pringtali. Selain kepada Bu Surami, amanah dalam bentuk santunan tunai biaya hidup ini pun telah disampaikan kepada sembilan warga kurang mampu lainnya. Semoga amanah yang dititipkan ini bisa menjadi keberkahan untuk pemberi dan penerima.” tutup Ecep. (Tulisan ini dikirim oleh Sinta Guslia)