Begini Upacara Bendera Ala Warga di Atas Paret
Maka dari itulah, kami menggelar upacara di atas paret. Perkenalkan, nama lengkap saya Syamhudi. Saya diamanahkan sebagai Ketua Kreasi Sungai Putat. Menurut saya, pengibaran bendera di atas paret adalah sebagai upaya kampanye penyadaran masyarakat. Pengibaran bendera pertama ini direspon oleh warga dengan antusias.
Pengibaran bendera ini diharapkan dapat menelurkan semangat kemerdekaan dan semangat mempertahankan kondisi paret saat ini. Pengibaran merah putih tersebut diinisiasi oleh Kreasi Sungai Putat dan juga diusung oleh berbagai komunitas dan masyarakat.
Pengibaran bendera berlokasi di Paret Nenas, Kelurahan Siantan Hulu. Upacara dipimpin langsung oleh Pak Camat Utara, Aulia Candra. Prosesnya berlangsung dengan khidmat. Pasukan pengibar bendera terdiri dari perwakilan Kreasi Sungai Putat, berbagai Ormas di Pontianak dan PPI Kota Pontianak.
Camat Pontianak Utara, Aulia Candra, kepada sejumlah wartawan di lokasi mengatakan, “Saya sangat mendukung kegiatan tadi. Karena wujud kecintaan masyarakat terhadap negara dan lingkungan sekitarnya bisa dijadikan dalam satu kegiatan,” ujarnya.
Pak Camat berharap, ke depannya tradisi ini bisa kita dilaksanakan terus, bahkan harus lebih baik lagi. “Kita juga berharap ini menjadi virus baik yang menyerang seluruh masyarakat Kecamatan Pontianak Utara untuk dapat mencintai paret di lingkungan sekitar mereka. Sehingga keinginan untuk memelihara dan menjaga kualitas paret menjadi prioritas masyarakat,” tambahnya.
Jika kondisi paret terjaga, maka tidak mustahil akan mendatangkan berkah. Salah satunya, ekowisata paret. “Dengan terjaga dan terpeliharanya kualitas dan kuantitas paret di Pontianak Utara, impian kita untuk menjadikan Pontianak Utara sebagai destinasi wisata paret dapat terwujud,” katanya penuh harap.
Sementara itu, Lurah Siantan Hulu, Tirta Arifin, S.STP, mengungkapkan, ”Niat awalnya adalah keinginan untuk memasyarakatkan kembali upacara pengibaran bendera yang selama ini mungkin hanya diikuti oleh masyarakat yang berprofesi sebagai PNS, TNI, Polri maupun karyawan kantor,” katanya.
Pak Lurah juga menerangkan, bahwa warga di Kelurahan Siantan Hulu kebanyakan berprofesi sebagai petani atau buruh yang pastinya jarang mengikuti upacara bendera, apalagi upacara 17 Agustus. “Parit Nenas dipilih karena pada tahun 2016 oleh Bapak Walikota paret ini dicanangkan sebagai lokasi wisata paret. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan potensi wisata yang ada di Parit Nenas,” kata Pak Lurah.