Warna-warni di Kampung Jodipan Malang
- U-Report
Saya pun tidak mau ketinggalan foto-foto narsis di beberapa spot yang menurut saya menarik dijadikan background. Saat saya dan pengunjung lainnya sibuk mengeksplore kampung, penduduk setempat tetap melakukan aktivitas mereka seperti biasa tanpa terusik dengan banyaknya orang yang berlalu lalang di kampung mereka. Mungkin mereka mulai terbiasa dengan banyaknya pengunjung mendatangi kampung mereka.
“Awalnya sempat risih dan heran. Kok banyak yang datang ke kampung kami. Tapi, lama kelamaan jadi terbiasa,” ucap rekan si ibu. Menurut seorang ibu penjaga tiket masuk, setiap hari pasti ada saja pengunjung yang datang ke kampung mereka. Tapi, waktu weekend merupakan saat yang paling ramai pengunjung datang ke kampung mereka. Konon katanya jumlah pengunjung yang datang melebihi 100 orang.
Bahkan, tidak jarang turis-turis mancanegara berduyun-duyun mendatangi kampung ini lengkap dengan ‘senjata’ narsis alias kamera dan video. “Kami juga heran, kok turis-turis banyak yang datang ke kampung kami. Padahal kampung kami kan biasa-biasa saja,” ucap si ibu polos.
Awalnya, saat menjelang usai KKN di Kampung Jodipan, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tegabung dalam grup Guyspro menawarkan ide untuk mengecat perkampungan tersebut agar terlihat lebih rapi, bersih, dan menarik. “Awalnya anak-anak UMM yang menawarkan diri untuk mengecat kampung kami. Apalagi waktu itu menjelang Lebaran. Rumah kita di cat gratis. Siapa yang enggak mau?” ucap salah seorang warga semringah.
Atas kesepakatan tersebut, maka, ide pun terlaksana. Para mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM langsung menuangkan ide tersebut dalam bentuk nyata. Rumah-rumah penduduk yang berjumlah 100 KK itu pun dicat dengan bantuan 30 orang tenaga tukang cat. Ditambah lagi, komunitas Mural yang ada di Kota Malang pun ikut ambil andil menumpahkan ide kreasi mereka di kampung tersebut. Tidak ketinggalan para warga setempat serta bantuan tentara pun ikut terlibat dalam pengecatan.
Beberapa hari kemudian, kampung si buruk rupa pun berubah menjadi cantik seketika. Perkampungan yang dulunya dipandang sebelah mata, kini hampir semua mata tertuju ke arah Kampung Jodipan. Karena kampung tersebut berubah menjadi Kampung Warna Warni. Apalagi kalau dilihat dari atas Jembatan Gatot Subroto. Kampung tersebut sangat indah.