Jenis Kemiskinan di Indonesia dan Solusinya

Ilustrasi/Warga miskin di daerah
Ilustrasi/Warga miskin di daerah
Sumber :
  • REUTERS/Beawiharta

VIVA – Kemiskinan merupakan permasalahan yang sejak dulu hingga sekarang tidak kunjung selesai. Persoalan ini diibaratkan lingkaran setan yang tidak pernah ketemu ujung dan pangkalnya. Siklus kemiskinan dipengaruhi oleh banyak faktor yang berhubungan satu sama lain.

Beberapa faktor di antaranya, yaitu dari tingkat pendidikan, kesehatan, adanya korupsi yang dilakukan oleh oknum pejabat negara dan masih banyak faktor lain yang memengaruhi munculnya kemiskinan, baik di desa maupun di kota. Pendidikan yang mahal juga memengaruhi angka kemiskinan.

Seseorang yang perekonomiannya rendah menyebabkan anggota keluarganya tidak dapat melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi. Akibat dari hal tersebut, mereka mengalami kesulitan untuk bersaing dalam dunia kerja. Sehingga posisi yang ditempati dalam dunia kerja tidak lebih sebatas buruh atau staf pegawai bergaji rendah.

Andaipun mereka yang mengenyam pendidikan sampai SMA mendapatkan pekerjaan, maka tentu dengan penghasilan yang tidak mencukupi kebutuhan hidup sehari-harinya.

Korupsi yang dilakukan oleh oknum pejabat negara ikut andil menciptakan kondisi masyarakat yang miskin. Tentu muncul pertanyaan, apa hubungannya korupsi dengan kemiskinan? Jawabannya sudah pasti ada.

Mari kita melihat kembali sejarah panjang korupsi yang ada di Indonesia. Kasus korupsi yang mencetak rekor terbesar, yaitu kasus BLBI yang merugikan negara ribuan triliun. Kasus yang lain, yaitu korupsi Bank Century, kasus Proyek Kementerian Olah Raga, Hambalang yang menyeret sejumlah elite partai politik sekaligus pejabat negara, korupsi e-KTP, dan masih banyak lainnya.

Proses hukum BLBI, Bank Century, proyek Hambalang, proyek e-KTP dan masih banyak lainnya tidak menemukan ujung. Kasus tersebut nyangkut di pengadilan tatkala ditarik ke arah politik. Uang hasil korupsi tersebut seandainya digunakan untuk memperbaiki sekolah yang rusak dan membangun lagi sekolah yang lain, jumlahnya bisa ribuan. Pendidikan bisa jadi murah bahkan gratis, dan biaya kesehatan pun tidak mahal.