Di Balik Sikap Partai SBY Dukung Perppu Ormas Jadi UU
- ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Tidak sembarangan ketika SBY menyetujui sesuatu tanpa tujuan yang jauh ke depan dan bahkan untuk kebaikan bangsa ini juga. Daripada menghabiskan tenaga dengan perilaku reaksioner, jalan lain dan terbaik masih ada. Walaupun tanpa terlihat oleh orang banyak, karena memang itulah sosok seorang Susilo Bambang Yudhoyono.
Maestro itu memang tidak harus selalu terlihat. Cukup saja duduk diam, biarkan orang yang melihatnya sendiri. Tidak lama lagi, akan ada gerakan dan hasil baru yang dimunculkan SBY. Tinggal menunggu saja. Ada kekuatan yang dibangun dari bawah tentunya tidak terlepas juga untuk kepentingan kelompoknya. Ada hal lain yang sedang dipersiapkannya dan tidak boleh juga terlalu cepat menilai seseorang tidak baik.
Negara yang menjunjung tinggi Pancasila dan demokrasi haruslah menjadi modal untuk pembangunan bangsa yang lebih baik. Undang-undang sebagai aturan menjalankan roda pemerintahan juga tidak boleh sewenang-wenang demi meraup kekuasaan. Karena di mana-mana, kekuatan sesungguhnya adalah kekuatan rakyat.
Terbukti, sekalipun pernah pemerintahan diktator berkuasa di negeri ini bisa tumbang juga. Orang-orang baik di negeri ini masih sangat banyak, begitu juga orang-orang jahat bahkan lebih banyak. Begitu juga dengan partai-partai politik yang ada. Keobjektifan masih menjadi hal utama dalam mendukung pemerintahan ini. Untuk membawa negara ini menjadi negara yang makmur dan kemakmuran itu dapat dirasakan oleh masyarakatnya sendiri.
Jika sudah makmur, maka keadilan sejahtera pun akan tercapai di Republik ini. Pancasila dan demokrasi bukanlah sebagai alat untuk menarik simpati rakyat supaya pemerintahan ini terlihat pro rakyat. Dan juga bukan untuk membungkam Hak Asasi Manusia di Republik ini. (Tulisan ini dikirim oleh Imam Rinaldi Nasution)