Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental bagi Generasi Milenial

Generasi muda yang sibuk dengan gadget-nya.
Sumber :
  • http://www.gomuda.com

VIVA – Menjaga kesehatan mental dalam diri harus diperhatikan di samping kesehatan jasmani. Karena sesungguhnya, kesehatan mental sangat berhubungan dan saling memengaruhi terhadap kesehatan jasmani.

img_title Survei: 24 Persen Gen Z dan Milenial Peduli Kesehatan Fisik dan Mental, Apa Penyebabya?

Tahukah teman-teman apa itu psikosomotis? Psikosomotis merupakan suatu penyakit fisik yang muncul akibat pengaruh dari pikiran-pikiran atau bermasalahnya kesehatan mental seseorang. Psikosomatis sangat rentan menyerang generasi milenial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti sering kali kita sebagai pelajar merasakan malas melakukan aktivitas, merasa cemas dan takut ketika melakukan aktivitas kampus atau sekolah seperti presentasi. Dengan munculnya tanda-tanda denyut jantung menjadi cepat, perut mulas, sakit kepala, nyeri dada, dan lain-lain.

img_title Generasi Beta Dimulai Tahun 2025, Berikut Definisi, Karakteristik, dan Tantangan yang Harus Dihadapi!

Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan dengan baik dalam pola kehidupan kita. Untuk mengelola serta menyeimbangkan kesehatan mental dan jasmani. Oleh karena itu, yuk kita simak bagaimana cara menjaga kesehatan mental tersebut.

Pertama, pendekatan diri kepada Tuhan. Dengan melakukan pendekatan diri kepada Tuhan yang Maha Esa seperti beribadah dapat membuat hati, pikiran, dan jiwa menjadi lebih tenang. Tidak hanya itu, kita pun dalam melakukan aktivitas akan dipenuhi dengan optimistis dan yang terpenting adalah selalu mendapatkan kekuatan dan bantuan secara batiniah maupun lahiriah.

img_title Mitos atau Fakta! Milenial Justru Lebih Baik dalam Mengasuh Anak?

Kedua, berolah raga. Berbagai aktivitas olah raga seperti jogging, berenang, dan bermain badminton dapat membuat tubuh kita menjadi optimal dan positif. Tidak hanya itu, olah raga memiliki beberapa manfaat yang baik untuk kesehatan mental juga, seperti meningkatkan fungsi otak dan mengurangi stres.

Dengan berolah raga, tubuh akan bereaksi termasuk juga otak. Sebagai responnya, otak akan melepaskan beberapa hormon seperti endorphine dan neurotransmitter yang bisa mengubah suasana hati kita menjadi positif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketiga adalah dengan melakukan hobi yang kita senangi. Berbagai hobi yang dapat dilakukan oleh kalangan remaja saat ini seperti coloring, camping, penpalling, dan lain-lain dapat mengatasi tekanan dan membantu kita semakin percaya diri. Serta menjaga emosi yang kita rasakan secara langsung maupun tidak langsung.

Keempat adalah senyum salam sapa. Senyum salam sapa dapat meredakan emosi negatif dan merasakan kebahagiaan untuk diri sendiri dan lingkungan. Dengan berbagi salam senyum sapa kita memberikan energi positif dan sangat membantu menjalin relasi antara kita dengan teman-teman di kampus maupun di sekolah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut