Soeharto di Antara Kontribusi dan Kontroversi

Ilustrasi foto Soeharto
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Sedangkan kontribusi Soeharto pada saat menjadi presiden dapat dilihat dari program-program yang direalisasikan. Diantaranya yaitu penguatan ekonomi, stabilitas keamanan, pembangunan infrastruktur, pertanian yang menghasilkan swasembada pangan, transmigrasi, KB (Keluarga Berencana) untuk menekan angka penduduk, SD Impres, wajib belajar 9 tahun, penguatan ideologi Pancasila dengan penataran P 4 dan PMP (Pendidikan Moral Pancasila), dan lain-lain.

img_title Usai Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Lanjut Ziarah ke Makam Soeharto

Yang paling terlihat dalam memilih menteri-menteri sebagai pembantunya, Soeharto menggunakan meritokrasi, berdasarkan keahlian, bukan berdasarkan pilihan politik. Sehingga, hampir semua program berjalan dengan baik. Sebab dipegang oleh ahlinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kontroversi
Selain memiliki kontribusi yang cukup banyak terhadap bangsa ini, Soeharto pun merupakan sosok yang tak lepas dari kontroversi. Di antara Kontroversi Soeharto adalah soal G 30 S PKI. Sebagian pemahaman menafsirkan bahwa G 30 S PKI adalah bagian dari operasi kudeta yang dilakukan Soeharto kepada Soekarno. Sebab berdasarkan keteraangan letkol latief dalam sidang Mahamilu bahwa dirinya telah melaporkan kepada Soeharto akan adanya operasi kriminalisasi 7 jenderal yang akan mengkudeta Bung Karno. Jadi, peristiwa perpisahan 7 Jenderal sepengetahuan Soeharto.

img_title Cara Soeharto Menyeleksi Pejabat Diungkap dalam Peringatan 105 Tahun Kelahirannya

Dalam menyelesaikam persoalan G 30 S PKI Soeharto melakukan penyisiran dan memenjarakan seluruh anggota dan simpatisan PKI dan Gerwani tanpa melalui proses pengadilan. Sebagian lagi dibunuh. Bahkan mereka yang simpatisan terhadap Soekarno yang notabenenya bukan PKI pun terkena imbasnya. Ada yang dicobloskan ke penjara dan ada yang dibunuh. 

Kontroversi Soeharto setelah menjabat sebagai presiden adalah otoriter. Dia menggunakan tangan besi dengan membantai para preman dalam operasi petrus, “melenyapkan” orang-orang yang kritis, menutup kebebasan berpendapat dan suara – suara kritis seperti anggota majalah Tempo, penculikan aktivis dan buruh. Ada undang-undang Subversif untuk membungkam suara-suara kritis. Mereka yang tidak sejalan atau menentang kebijakan pemerintah dianggap Subversif.

img_title Pesona Pangeran Cendana, Deretan Artis Cantik Ini Pernah Singgah di Hati Anak dan Cucu Soeharto

Syahdan, semua itu dilakukan atas nama stabilitas keamanan dan ekonomi. Tetapi, semua kontroversi itu belum terbukti di pengadilan. Sehingga, masih bersifat penafsiran, analisa, dan asumsi belaka. 

Soeharto bukan iblis yang selalu salah dan bukan malaikat yang selalu benar. Soeharto adalah manusia biasa sama seperti kita dan para presiden yang lain, yang kadang benar dan kadang salah. Oleh karena itu, kita tidak boleh menutup mata atas kontribusi-kontribusi yang diberikan Soeharto. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut