Riba Vs Bunga, Mengapa Diharamkan?
- vstory
Kemudharatan sistem bunga sehingga dikategorikan sebagai riba adalah dalam praktiknya akan terjadinya kesenjangan yang tidak akan ada habisnya, hal ini dapat memicu ketidakadilan diantara orang yang mampu dan yang tidak mampu.
Bayangkan saja, ketika seseorang meminjam uang kepada bank ataupun kreditur, saat ia tidak dapat membayar utangnya dalam tempo yang sudah ditentukan maka bunga atas pinjamannya akan terus digandakan. Ini yang disebut dengan riba, karena adanya bunga yang terus digandakan.
Menilik kedalam aspek sosial, institusi bunga merusak semangat bijaknya masyarakat. Orang akan enggan berbuat apapun kecuali yang memberikan keuntungan bagi diri sendiri. Keperluan seseorang dianggap peluang bagi orang lain untuk meraup keuntungan.
Kepentingan orang-orang kaya dianggap bertentangan dengan kepentingan orang-orang miskin. Masyarakat yang seperti ini tidak akan meraih solidaritas dan kepentingan bersama untuk mencapai keberhasilan dan kesejahteraan. Baik cepat atau lambat masyarakat akan mengalami perpecahan.
Bunga dan riba dapat merampas kekayaan orang lain. Salah satu pihak menerima kelebihan tanpa mengeluarkan apa-apa. Transaksi semacam ini mengakibatkan peminjam berada dalam tekanan eksploitasi.
Lalu, merusak moralitas. Ketulusan seseorang akan runtuh jika egoisme pembungaan sudah merasuk, ia akan tega untuk merampas apa saja yang si peminjam miliki untuk mengembalikan bayaran yang mungkin sudah berlipat lipat dari pokok pinjaman. Melahirkan benih kebencian dan permusuhan.
Riba dan bunga sama-sama diharamkan dalam Islam karena keduanya merupakan bentuk tambahan secara bathil dalam transaksi baik itu jual beli atau utang piutang, yang dapat merugikan segelintir pihak yang lemah. Allah SWT jelas-jelas mengharamkan apapun jenis tambahan yang diambil dari pinjaman.
Islam menghimbau agar manusia memberikan pinjaman kepada yang memerlukan dengan baik untuk mendapat pahala, bukan mengeksploitasi orang lemah. jika praktik riba ini tumbuh subur di masyarakat, maka terjadi sistem kapitalis dimana terjadi pemerasan dan penganiayaan terhadap kaum lemah. Orang kaya semakin kaya dan miskin semakin tertindas.