Riba Vs Bunga, Mengapa Diharamkan?

sumber gambar : UtakAtikOtak.com
Sumber :
  • vstory

Kemudharatan sistem bunga sehingga dikategorikan sebagai riba adalah dalam praktiknya akan terjadinya kesenjangan yang tidak akan ada habisnya, hal ini dapat memicu ketidakadilan diantara orang yang mampu dan yang tidak mampu.

img_title Judol Jadi Penyebab Utama Tingginya Perceraian di Daerah Ini

Bayangkan saja, ketika seseorang meminjam uang kepada bank ataupun kreditur, saat ia tidak dapat membayar utangnya dalam tempo yang sudah ditentukan maka bunga atas pinjamannya akan terus digandakan. Ini yang disebut dengan riba, karena adanya bunga yang terus digandakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menilik kedalam aspek sosial, institusi bunga merusak semangat bijaknya masyarakat. Orang akan enggan berbuat apapun kecuali yang memberikan keuntungan bagi diri sendiri. Keperluan seseorang dianggap peluang bagi orang lain untuk meraup keuntungan.

img_title Viral Challenge Hafalkan Surat Ad-Dhuha Dapat Miras, Pramono: Ini Sungguh Menodai Agama!

Kepentingan orang-orang kaya dianggap bertentangan dengan kepentingan orang-orang miskin. Masyarakat yang seperti ini tidak akan meraih solidaritas dan kepentingan bersama untuk mencapai keberhasilan dan kesejahteraan. Baik cepat atau lambat masyarakat akan mengalami perpecahan.

Bunga dan riba dapat merampas kekayaan orang lain. Salah satu pihak menerima kelebihan tanpa mengeluarkan apa-apa. Transaksi semacam ini mengakibatkan peminjam berada dalam tekanan eksploitasi.

img_title Jarang Tersorot, Chris John Kini Terlihat Mengurus Keberangkatan Umrah: Resmi Masuk Islam?

Lalu, merusak moralitas. Ketulusan seseorang akan runtuh jika egoisme pembungaan sudah merasuk, ia akan tega untuk merampas apa saja yang si peminjam miliki untuk mengembalikan bayaran yang mungkin sudah berlipat lipat dari pokok pinjaman. Melahirkan benih kebencian dan permusuhan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Riba dan bunga sama-sama diharamkan dalam Islam karena keduanya merupakan bentuk tambahan secara bathil dalam transaksi baik itu jual beli atau utang piutang, yang dapat merugikan segelintir pihak yang lemah. Allah SWT jelas-jelas mengharamkan apapun jenis tambahan yang diambil dari pinjaman.

Islam menghimbau agar manusia memberikan pinjaman kepada yang memerlukan dengan baik untuk mendapat pahala, bukan mengeksploitasi orang lemah. jika praktik riba ini tumbuh subur di masyarakat, maka terjadi sistem kapitalis dimana terjadi pemerasan dan penganiayaan terhadap kaum lemah. Orang kaya semakin kaya dan miskin semakin tertindas.

Sarwendah

Sarwendah Bebaskan Anak-anaknya Pilih Agama Sendiri Ketika Dewasa

Sarwendah menegaskan sikapnya mengenai pilihan agama kedua putrinya di tengah isu perbedaan keyakinan yang mencuat dalam proses hukum terkait hak asuh anak.

img_title
VIVA.co.id
17 September 2026
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut