Allah dan Harapan Sepeda Tua Pak Harto

Pak Harto
Sumber :
  • vstory

VIVA – Hampir satu tahun Indonesia bersama menghadapi pandemi Covid-19. Kemunculan virus yang menyerang saluran pernapasan ini mendatangkan dampak yang sangat luar biasa, korban jiwa berjatuhan, rumah sakit penuh, tenaga medis kewalahan dan ekonomi pun ikut lumpuh.

img_title Dikabarkan Bakal Jadi Menkeu, Budi Gunadi Jawab Pingin Jadi Menteri Penerangan

Banyak orang kehilangan pekerjaannya karena dampak lumpuhnya ekonomi. Pada awal Oktober 2020, Menteri Ketenagakerjaan menyebut bahwa pekerja yang kehilangan pekerjaannya mencapai 6,4 juta pekerja. Salah satu yang terkena dampak PHK adalah Pak Hartopo Dwi Nugroho (65) yang tinggal di Desa Terban, Kota Yogyakarta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pak Hartopo kehilangan pekerjaannya sejak April 2020. Sebelumnya, Pak Hartopo bekerja di salah satu perusahaan makanan cepat saji terkenal di daerah Jl. Sudirman, Kota Yogyakarta. Sudah hampir 5 tahun Pak Harto, panggilan akrabnya, menjadi cleaning service di perusahaan tersebut. Selain bekerja menjadi cleaning service ia juga membantu membersihkan dan mengangkut sampah di toko roti dekat rumahnya.

img_title Cerita Berdarah Dusun Kemusuk Bantul, Ratusan Warga Tewas Demi Sembunyikan Letkol Soeharto

Sebagai seorang cleaning service dan tukang sampah penghasilannya sangatlah jauh dari kata cukup, namun selama masih bisa makan dua kali dalam sehari Pak Harto sangatlah bersyukur.

Ia hanya meyakini bahwa selama mau berusaha maka rezekinya akan didapat. Tak heran walaupun ia hidup sebatang kara, ia selalu berusaha untuk tidak menggantungkan hidupnya pada orang lain. itulah yang mendasari Pak Harto untuk terus berjuang.

img_title Melacak Jejak Pak Harto Lewat Film Enam Djam di Jogja dan Janur Kuning

Saban hari ia akan bangun pagi-pagi sekali, mengikuti jama’ah subuh di Masjid Al-Hikmah Desa Terban, lalu berangkat ke toko roti yang belum dibuka untuk memungut sampah-sampahnya dan diantarkan ke TPS dengan memakai sepeda tuanya. Setelah selesai sekitar pukul 08.00 WIB, Pak Harto akan langsung bersiap-siap berangkat bekerja di restoran cepat saji.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akibat omzet toko yang sangat menurun, akhirnya kebijakan merumahkan karyawan menjadi pilihan yang sangat berat bagi para pelaku usaha. Pak Harto pun menjadi salah satu orang yang terkena dampaknya.

Ia sangat sedih manakala managernya memanggil dirinya dan mengatakan bahwa mulai esok hari pekerjaannya diberhentikan terlebih dahulu. Pak Hartopo tak bisa berkata-kata, dan hanya bertanya, “Sampai kapan ya pak?,” ujarnya. Tetapi jawaban yang didapat semakin membuatnya sedih, sampai waktu yang belum dapat ditentukan. Begitulah kata manajernya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut