Debirokratisasi Urusan Perizinan Investasi Melalui PTSP

Debirokratisasi.
Debirokratisasi.
Sumber :
  • vstory

VIVADebirokratisasi pada dasarnya merupakan suatu upaya yang ditempuh pemerintah dalam rangka memangkas jalur birokrasi, dengan mengurangi tata kerja yang serba lamban dan rumit agar tercapai hasil dengan lebih cepat (Kemdikbud.go.id, n.d.).

Adapun pemahaman tersebut selaras dengan apa yang dikemukakan oleh Argyriades (2010), yang menurutnya istilah debirokratisasi merujuk kepada suatu perubahan kompleks yang ditandai dengan adanya diferensiasi dan fragmentasi, sehingga terciptanya konversi sistem administratif dari sistem tertutup menjadi sistem terbuka.

Dari kedua definisi tersebut, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwasannya debirokratisasi merupakan suatu usaha untuk merampingkan birokrasi yang cenderung gemuk dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas birokrasi dalam menyediakan pelayanan yang cepat dan efisien.

Jika merefleksikan di Indonesia, upaya debirokratisasi pada hakikatnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari agenda reformasi birokrasi yang sedang digalakkan; karena reformasi birokrasi dapat terwujud melalui debirokratisasi dalam tatanan struktur internal birokrasi pemerintah pusat maupun daerah (Damanhuri & Jawandi, 2017).

Dalam hal ini, debirokratisasi yang kontras dan telah memberikan dampak yang begitu signifikan dapat dilihat dari aspek pelayanan perizinan investasi yang terwujud dalam pelaksanaan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) (Kurniati & Roesida, 2018).

Selain melalui pembentukan PTSP, upaya untuk memangkas alur birokrasi perizinan yang berbelit-belit adalah melalui Online Single Submission System (OSS) yang berada dibawah Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Melalui OSS, proses perizinan dItransformasikan menjadi lebih modern dan efisien dengan memanfaatkan sistem data yang terpadu dan terintegrasi dengan 26 Kementerian/Lembaga (K/L), 545 Pemerintah Daerah (Pemda), Kawasan Industri, Kawasan Ekonomi Khusus, dan lain-lain (Heriani, 2019).

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.