Hati-hati dengan Si Manis yang Mematikan

Ilustrasi Minuman Kemasan. Sumber : pixabay.com
Ilustrasi Minuman Kemasan. Sumber : pixabay.com
Sumber :
  • vstory

Padahal menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) konsumsi gula sama halnya dengan lemak dimana terdapat batasan yang tak boleh dipandang sebelah mata. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia dalam Permenkes Nomor 30 Tahun 2013 menyebutkan ajuran konsumsi gula harian sebanyak 4 sendok makan per harinya atau hanya 10?ri total kalori per hari.

Gula, si manis ini ternyata dapat menimbulkan bencana penyakit apabila dikonsumsi melebihi batasan konsumsi. Bremer dan Lustig (2012) menyatakan bahwa konsumsi gula berlebih dapat memberi efek serius bagi kesehatan, di antaranya menyebabkan obesitas, menaikan tekanan darah, meningkatkan massa lemak, dan merusak sistem metabolisme.

Gula meski rasanya menyenangkan namun efek yang ditimbulkan bagi tubuh sungguh tidak semanis rasanya.

Tidak hanya dapat menyebabkan obesitas, si manis inipun meningkatkan risiko penyakit tidak menular lain. Penyakit yang lazim disebabkan oleh bahan pangan ini adalah diabetes militus tipe 2 atau yang biasa disebut penyakit kencing manis. Diabetes tipe ini bukanlah penyakit genetik seperti diabetes tipe 1. Diabetes tipe 2 digolongkan sebagai penyakit diabetes yang disebabkan oleh gaya hidup konsumsi gula berlebihan.

Akibat yang disebabkan penyakit ini tidak main-main. Kemenkes RI menyatakan diabetes merupakan ibu dari semua penyakit, karena diabetes akan melahirkan penyakit-penyakit lainnya seperti yang telah disebutkan. Bahkan diabetes militus menempati peringkat ketujuh dari sepuluh penyakit penyebab kematian di dunia.

Gula memang dibutuhkan oleh tubuh manusia utamanya adalah sebagai "bahan bakar" bagi tubuh. Namun seperti yang dijelaskan, konsumsinya tak boleh melewati batas yang dianjurkan.

Konsumsi minuman dan makanan manis memang sangat menggiurkan dan menggugah selera, namun konsumsinya haruslah tepat dan tak boleh berlebihan. Seperti peribahasa, mencegah lebih baik daripada mengobati.

Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.