Diskriminasi Muslim di India, Normalkah?

Ilustrasi diskriminasi muslim India oleh thequint.com
Sumber :
  • vstory

VIVA – Tulisan ini berangkat dari keresahan penulis setelah menonton wawancara yang diselenggarakan oleh Vice News (2020) kepada Subramanian Swamy, seorang politisi BJP (Bharatiya Janata Party)—sebuah partai besar yang berkuasa di India saat ini.

img_title Jonatan Christie Ungkap Insiden Tak Fair Play di India Open 2026, Tetap Menang dan Bicara Apa Adanya

Normalisasi Konflik

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam wawancara tersebut, Subramanian mengatakan bahwa jika populasi muslim melebihi 30% maka negara dalam keadaan bahaya. Baginya, ideologi Islam selalu menimbulkan masalah, khususnya bagi India. Ia menambahkan, tidak ada kesetaraan derajat bagi muslim di India, karena etnis muslim merupakan kasta terendah di India.

img_title Nggusu Waru: Karakter Kepemimpinan Masyarakat Bima

Dari wawancara ini, Subramanian ingin menegaskan superioritas etnis tertentu di India, sekaligus menyuarakan kebencian terhadap muslim dan agama Islam. Untuk diketahui, umat Islam di India saat ini berkisar 210 juta atau 14,6?ri total populasi India—menempati urutan ketiga sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia setelah Indonesia dan Pakistan.

Sejak partai BJP berkuasa pada tahun 2014, konflik sudah mulai muncul, dan makin memanas setelah pernyataan kontroversial politisi BJP tersebut—tahun 2020, menimbulkan dampak besar terhadap diskriminasi umat Islam di India, dengan kata lain, pihak penguasa membiarkan atau menormalisasi perilaku diskriminatif yang selanjutnya melahirkan krisis kemanusiaan di negara itu. Para kelompok ekstremis Hindu menyerukan ancaman genosida terhadap muslim di India, dari aksi tersebut terhitung banyak korban jiwa yang berjatuhan sampai kini.

img_title Dinamika Reformasi Arab Saudi: Kasus Konser Musik

Supremasi Hindu

Sebagaimana disinggung di atas, pada tahun 2014, partai BJP keluar sebagai pemenang di pemilu India, mengukuhkan Narendra Modi menjabat sebagai Perdana Menteri. Partai BJP sendiri dikenal sebagai partai nasionalis—sayap kanan, yang berafiliasi dengan sebuah organisasi Hindu bernama Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS). Banyak anggota mereka juga menduduki posisi penting dalam pemerintahan Modi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

RSS memiliki ideologi hindutva—supremasi Hindu. Hal ini membawa konsekuensi besar akan termarjinalnya kelompok agama lain di India. Dalam melancarkan aksinya, RSS sendiri bercermin pada pendekatan Nazi di Jerman. Sejarah mencatat, pemimpin spiritual dan gerakan politik kemerdekaan India; Mahatma Gandhi (w. 1948), dibunuh oleh anggota RSS.

Tujuan RSS adalah menjadikan India sebagai negara berlandaskan agama Hindu, dengan kata lain "menghindukan" India. Beberapa daerah di India yang memiliki nama, sejarah dan kebudayaan Islam diganti menjadi nama dan tradisi Hindu. Tak hanya itu, akses umat Islam terhadap politik, ekonomi, dan pendidikan juga dihalangi. Tindakan persekusi terhadap wanita muslim yang berhijab pun sangat sering dijumpai. Begitu pula tindakan teror, perusakan rumah pemukiman dan tempat ibadah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Disclaimer: Artikel ini adalah kiriman dari pengguna VIVA.co.id yang diposting di kanal VStory yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut