Pencabutan SK Pembekuan PSSI Semakin Dekat

Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Yudhi Maulana

VIVA.co.id – Polemik di sepakbola nasional semakin mendekati titik akhir. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyatakan sudah menyiapkan surat pencabutan SK Pembekuan PSSI.

Pemain Keturunan Bisa Bela Timnas U-19 di Piala Dunia U-20, Siapa Dia?

Juru Bicara Kemenpora, Gatot S Dewa Broto, menjelaskan penerbitan surat pencabutan SK Pembekuan hanya tinggal menunggu waktu saja. Langkah ini diambil oleh Kemenpora demi melaksanakan keputusan hukum yang diterbitkan oleh Mahkamah Agung (MA).

Seperti diketahui, MA telah menolak kasasi yang diajukan oleh Kemenpora terkait SK Pembekuan PSSI. Artinya, SK Pembekuan PSSI yang diterbitkan Kemenpora tak lagi berlaku setelah melewati masa 21 hari kerja.

Indra Sjafri Disuruh Iwan Bule Jujur Soal PSSI, Jawabannya Mengejutkan

Alasan lainnya adalah instruksi dari FIFA. Sebelumnya, pemerintah, yang diwakili Erick Thohir, bersama dengan Ketua Komite Ad Hoc, Agum Gumelar, menemui Presiden FIFA, Gianni Infantino, di Zurich, Swiss.

Dari pertemuan tersebut, Erick dan Agum mendapatkan solusi atas masalah sepakbola nasional. Salah satunya, pihak pemerintah diminta untuk mencabut SK Pembekuan. Memang, SK Pembekuan menjadi biang keladi dari jatuhnya sanksi FIFA terhadap Indonesia.

Timnas U-19 Terbang ke Korsel, Marselino Ferdinan Tergantung Persebaya

"Sebenarnya kami sudah lama menyiapkan suratnya, sejak kami kalah di MA. Kami sudah siap dan berjaga-jaga seandainya Menteri (Imam Nahrawi) menghendaki (pembekuan dicabut)," kata Gatot kepada wartawan di Kantor Kemenpora, Jumat, 29 April 2016 WIB.

"Kami tak akan berlama-lama (mencabut SK Pembekuan), tinggal menghitung hari. Pertimbangannya, biar ISC bergulir dulu. Agar siapa pun yang menggulirkan kompetisi bisa memberikan tantangan kepada pemerintah. Biarkan mereka membuktikan diri," lanjutnya. (ase)

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan

Langkah Tegas PSSI Basmi Sepakbola Gajah di Liga 3

Sepakbola Indonesia kembali tercoreng dengan adanya aksi tak sportif yang mengindikasikan munculnya sepakbola gajah. Itu terjadi di Liga 3.

img_title
VIVA.co.id
14 Maret 2022