TUTUP
TUTUP
VIVABOLA

Menpora Pastikan Hadir ke Kongres PSSI

Kongres PSSI rencananya digelar di Jakarta, 10 November mendatang.
Menpora Pastikan Hadir ke Kongres PSSI
Menpora Imam Nahrawi. (Satria Permana/ VIVA.co.id)

VIVA.co.id – Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi berjanji akan menghadiri Kongres PSSI yang digelar pada 10 November 2016 nanti di Jakarta. Imam mengungkapkan hal tersebut di depan wartawan usai Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI di ruang Nusantara I, Gedung MPR/DPR, Jakarta Pusat.

"Kongres? Ya datang dong. Masa nggak datang," ujar Imam.

Tentunya, ini menjadi angin segar bagi pesepakbolaan Indonesia. Diketahui, Imam sempat mengeluarkan beberapa kebijakan kontroversial mengenai sepakbola Indonesia.

Dimulai dari membekukan PSSI, hingga meminta lokasi Kongres dipindah. Jika benar datang, ini menjadi kali pertama, Imam menghadiri pesta demokrasi terbesar di lingkup PSSI tersebut.

Terkait hasil Rapat kerja dengan DPR, Imam menjelaskan bahwa pihaknya sudah menjelaskan penggunaan anggaran dalam proyek renovasi kompleks Gelora Bung Karno (GBK) untuk Asian Games 2016. Dalam rapat yang berlangsung sejak pukul 14.00 tersebut, Imam menuturkan ada sejumlah dana yang harus mengalami realokasi dari yang disediakan untuk renovasi kompleks GBK.

Dana tersebut berjumlah Rp235.603.281.600. Angka sebesar ini nantinya digunakan untuk membayar broadcasting fee Asian Games 2016, pembayaran broadcasting fee Asian Para Games, dukungan layanan kesehatan RSON, penguatan LADI, dan dukungan kepanitiaan Asian Paragames.

Komisi X DPR menyetujui pembayaran broadcasting fee sebesar US$30 juta atau setara Rp390 miliar. Rinciannya, pembayaran sebesar Rp200 miliar berasal dari realokasi anggaran renovasi kompleks GBK.

"Usulan kegiatan tersebut telah disetujui. Namun, memerlukan data dukung lebih lanjut (TOR dan RAB), Kementerian Keuangan Republik Indonesia memberikan catatan terhadap kami bahwa pengalihan pemanfaatan dana renovasi GBK harus sejalan dengan RKP Tahun 2016, Tugas Pokok Fungsi Kemenpora, mengikuti ketentuan yang berlaku, serta tidak boleh overlapping dan duplikasi dengan alokasi RKA-K/LTA 2016," ujarnya menjelaskan.

(mus)

KOMENTARI ARTIKEL INI
TERKAIT
BACA ARTIKEL MENARIK LAINNYA
Load More...
TERPOPULER
TUTUP