Abhan
12 November 1968 - Sekarang
Abhan

Mengawali kariernya sebagai pengacara, pria asal Pekalongan ini kemudian aktif di kepemiluan. Mulai dari anggota Panwaslu Jateng hingga menjadi ketua Bawaslu Pusat.

Pria yang tumbuh besar di Pekalongan, Jawa Tengah, ini bukan lagi orang baru sebagai pengawas pemilu (Panwaslu). Ia pernah memimpin Bawaslu Jawa Tengah selama 1 periode sebelum dikukuhkan sebagai Ketua Bawaslu Pusat.

Abhan lahir di Pekalongan, 12 November 1968. Ia menempuh pendidikan dari jenjang ibtidaiyah hingga aliyah di kota kelahirannya. Bahkan, kuliahnya pun di kota yang sama. Ia berhasil mendapat gelar sarjana hukum dari Jurusan Hukum Keperdataan, Universitas Pekalongan, pada tahun 1991.

Seusai lulus, Abhan menjadi pengacara. Ia mendirikan kantor advokat dengan nama Kantor Advokat Penasehat Hukum Abhan and Partners pada 1992. Tentu saja Abhan tidak hanya duduk manis di kantor advokatnya tersebut, suami dari Aini Agustiah ini juga aktif di berbagai organisasi baik ormas maupun organisasi profesi.

Ia bersama teman-temannya mendirikan organisasi Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme atau lebih sering disingkat KP2KKN pada 1998.

Sebagai advokat, ia pun aktif di organisasi Serikat Pengacara Indonesia. Ia  memimpin DPC Serikat Pengacara Indonesia Semarang dari 2003 hingga 2006 dan DPD Serikat Pengacara Indonesia Jawa Tengah dari 2007 hingga 2010.

Selain itu, ia juga peduli dengan kegiatan kepemiluan tanah air sebagai anggota Panwaslu Jawa Tengah 2008-2009. Sejak itu, ia lebih banyak aktif di kegiatan kepemiluan. Ia juga aktif di organisasi yang ada hubungannya dengan pemilu di organisasi Centre of Society Development for Democracy (CosDec) Jawa Tengah pada tahun 2010.

Meski begitu, keahlian bidang hukumnya juga ia tetap jalani. Abhan bahkan sering menjadi kuasa hukum KPU Dareah atau salah satu peserta pemilu dalam sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi.

Jam terbangnya dalam menangani masalah hukum pemilu, ia kembali mendaftarkan menjadi komisioner Bawaslu Jawa Tengah. Ia terpilih sekaligus menjadi ketua Bawaslu Jawa Tengah periode 2012-2017.

Di tengah kesibukannya menangani pengawasan pemilu dan kepeduliannya terhadap masalah pemilu, Abhan menulis buku perdananya bertajuk “JEJAK KASUS PIDANA PEMILU (Catatan Penegakan Hukum Pemilu di Jateng)” yang dirilis tahun 2016.
Di luar itu, ia juga menulis artikel di berbagai media massa.

Di penghujung kariernya di Bawaslu Jawa Tengah, ia mencoba ikut seleksi Bawaslu Pusat. Ia berhasil menyisihkan ratusan kandidat dan menyisahkan lima orang yang terpilih. Dalam rapat pleno di Kantor Bawaslu Jakarta pada 13 April 2017, Abhan terpilih sebagai ketua Bawaslu RI periode 2017-2022. (AC/DN)

KELUARGA
Istri                : Aini Agustiah

PENDIDIKAN
Madrasah Iblidaiyah Pekalongan (1981)
Madrasah Tsanawiyah Pekalongan (1984)
Madrasah Aliyah Pekalongan (1987)
Hukum Keperdataan, Universitas Pekalongan (1991)
Magister Ilmu Hukum, UNISSULA Semarang

KARIER
Advokat di Kantor Advokat Penasehat Hukum Abhan and Partners (1992-2008)
Ketua Panwaslu Provinsi Jawa Tengah (2008-2009)
Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah (2012-2017)
Ketua Bawaslu RI (2017-2022)

ORGANISASI
Salah satu pendiri Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme / KP2KKN (1998)
Bendahara Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme / KP2KKN (2000-2001)
Ketua DPC Serikat Pengacara Indonesia Semarang (2003-2006)
Koordinator Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme /  KP2KKN (2005-2007)
Ketua DPD Serikat Pengacara Indonesia Jawa Tengah (2007-2010)
Direktur Eksekutif Centre of Society Development for Democracy (2010)
Ketua Komite SDN 02 Sendangmulyo (2012-Sekarang)
Anggota Dewan Pengurus Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia  (2015-2019)
Anggota Dewan Penasehat Pengurus Dewan Pimpiman Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia Semarang (2016-2020)