Virus Corona Ubah Perilaku Hubungan Internasional

Sumber :

"Apa yang terjadi di Indonesia sangat memprihatinkan," kata Scott Morrison. "Besarnya tantangan yang mereka hadapi jauh melampaui apa pun yang dapat dibayangkan oleh Australia."

"Kita perlu berada bersama mereka dan memberikan dukungan yang dapat kita lakukan. Tetapi besarnya tantangan di Indonesia memang tidak pernah kita saksikan sebelumnya di zaman ini," tambahnya.


Wakil Menteri Luar Negeri, Mahendra Siregar, menyampaikan kekecewaan Jakarta pada Canberra. (Supplied: ANTARA)

Tetapi Kementerian Luar Negeri Indonesia sudah telanjur kecewa pada Canberra yang dianggap tidak melakukan apapun untuk memperbaiki pelintiran media yang menyebut alasan ketidakmampuan Indonesia dalam mengatasi pandemi corona sebagai alasan penarikan Gary Quinlan.

"Dari sudut pandang kementerian luar negeri, kami memahami situasinya dan bahwa [penarikan] itu karena alasan kesehatan, tetapi tentu saja kami tidak senang melihat perkembangan seputar berita tersebut. Semua orang diam di Canberra," kata Mahendra Siregar, Wakil Menteri Luar Negeri RI kepada harian The Australian (16/04).

"Ini adalah pandemi global dan saya pikir kita semua paham bahwa kita seharusnya berada dalam situasi ini bersama-sama dan saling mendukung. Tidak kurang," sambung Mahendra.

Masalah klasik negara tetangga

Randy menilai yang terjadi antara Indonesia dan Australia saat ini adalah gambaran klasik karakter hubungan antarnegara tetangga.

Ia mengatakan, isu klasik Indonesia-Australia dapat dilihat dari dua perspektif.

Menurutnya, pandangan Australia cenderung mengedepankan aspek utilitarian secara sempit dan dalam banyak kasus mengabaikan komunikasi yang efektif dengan negara dengan perbedaan kultur.

"Sementara pandangan Indonesia cenderung berpikir bahwa Australia, yang meskipun lebih membutuhkan Indonesia dari pada Indonesia membutuhkan Australia, selalu bersikap seperti negara asing yang berada di kelas yang lebih tinggi dan memiliki niatan negatif dalam urusan domestik Indonesia," jelas Randy.

Pada saat performa kedua negara sedang lemah, komunikasi efektif dan kolaborasi mutual yang serius dianggap Randy bisa menjadi kunci perbaikan hubungan Indonesia – Australia.

Keberadaan Indonesia sebagai salah satu gerbang pertahanan ketahanan finansial di Asia, menurut sekelompok akademisi di Australia National University (ANU), membuat Australia harus memberikan bantuan kepada negara-negara di Asia kalau tidak mau terjadi krisis yang merembet ke Australia.