Harry Styles Perankan Mick Jagger

Harry Styles.
Sumber :
  • http://www.infolagu.biz/2014/03/john-legend-dan-harry-styles-cipatakan.html

VIVA.co.id – Salah satu personel One Direction, Harry Styles dikabarkan akan memerankan Mick Jagger dalam film yang akan mengisahkan tentang band Rolling Stones. Film ini mengangkat cerita dari album dobel Rolling Stones di tahun 1972, Exile on Main Street. Album tersebut direkam di tengah rumor obat-obatan dan alkohol yang mendera personelnya.

Meskipun Harry saat ini masih berusia 22 tahun sementara Mick berusia 30 tahun saat memproduksi album tersebut, namun keduanya dinilai memiliki kemiripan. Dan, biarpun kehidupan One Direction yang dianggap lebih bersih dibanding Rolling Stones, tapi Harry dipercaya bisa menampilkan karisma dan pesona Mick di antara banyak wanita.

Menurut laman Mirror, akting Harry dilirik Hollywood saat dia berperan dalam sebuah film berjudul Dunkirk. Di film itulah Harry dinilai memiliki kemiripan dengan Mick.

“Dia 10 tahun lebih muda, tapi make up dan efek khusus bisa menutupinya,” kata salah seorang sumber.

Diceritakan, setelah perilisan album klasik mereka Stinky Fingers pada tahun 1971, Rolling Stones meninggalkan Inggris karena alasan finansial. Mereka dikabarkan menghabiskan seluruh uang mereka untuk membayar utang pajak dan meninggalkan Inggris untuk bersembunyi.

Mereka kemudian pindah ke selatan Prancis di mana salah satu personelnya, Keith Richards, menyewakan vila miliknya kepada rekan-rekan bandnya. Mereka menggunakan ruang bawah vila sebagai studio rekaman. Saat itu, Keith memiliki ribuan pon heroin untuk dikonsumsinya dan juga para tamu seperti Gram Parsons.

Pada waku itu, terjadi perpecahan di antara para personel, yakni para pecandu dan hingga akhirnya mereka harus menggunakan pemain musik pengganti. Menggunakan materi yang mereka kerjakan di awal tahun 1969, Rolling Stones akhirnya mengeluarkan album dobel, Exile on Main Street pada Mei 1972.

Exile berisi lagu-lagu seperti Rocks Off, Tumbling Dice, Loving Cup dan Stop Breaking Down yang mendpat sentuhan blues dari Robert Johnson. Album ini berhasil menduduki peringkat pertama di tangga lagu Inggris dan Amerika Serikat.

Namun, ketika Exile dirilis, Mick Jagger justru mengeluhkan tema rock tradisional di dalam album itu. Dia mengatakan, “Albumnya sangat rock & roll. Saya tidak ingin seperti itu. Saya adalah personel yang paling eksperimental, saya suka bereksperimen. Bukan yang melakukan hal sama lagi dan lagi. Sejak saya meninggalkan Inggris, saya punya sesuatu yang ingin saya lakukan.”

“Saya bukannya menentang genre rock & roll, tapi saya ingin bereksperimen. Album ini mengangkat rock & roll, bagus. Tapi saya bosan dengan genre itu. Kebangkitan. Setiap orang tahu apa akar mereka, tapi kalian harus menggali apapun. Kalian harus mengeksplorasi langit juga.”

Tapi, di tahun 2003, Mick mengeluarkan pendapat berbeda lagi. Ia mengatakan, kalau Exile adalah album favoritnya karena punya rasa tersendiri.