Memudarkan Kerutan dengan Suntik Botox

Ilustrasi vaksin atau jarum suntik.
Sumber :
  • Pixabay/PhotoLizM

VIVA.co.id – Kebanyakan kaum wanita merasa tidak percaya diri dengan adanya kerutan di beberapa bagian kulit wajahnya. Oleh sebab itu, tidak jarang untuk menghilangkannya, dengan melakukan suntik botox.

Botulinum Toxin atau yang biasa dikenal dengan merek dagangnya botox, merupakan cairan protein murni yang diekstraksi dari bakteri. Saat dimasukkan ke dalam kulit, akan berfungsi memudarkan kerutan di area tersebut.

"Botox ini disuntik di bagian kulit yang memiliki kerutan dan bekerja dengan cara merelaksasi otot. Prosedurnya sederhana, aman, nyerinya minimal dan cepat, kurang lebih 15-20 menit," ujar spesialis kulit, dr. Anna Gunawan, SpKK di Jakarta, Kamis, 29 September 2016.

Menurut dia, banyak area yang bisa diberikan suntikan botox, seperti kerutan dahi, antar alis, samping mata, di atas hidung, garis bibir, dan sebagainya. Efek memudarkan kerutan oleh botox ini sendiri bisa bertahan dalam jangka waktu empat hingga enam bulan mendatang.

"Botox ini bisa bertahan selama empat sampai enam bulan dan setelah itu kembali seperti semula, sehingga tidak akan memberikan efek buruk pada kulit usai disuntikkan. Dia akan secara perlahan mengurangi efek pemudarannya dan bisa di-touch up lagi setelah itu," tuturnya.

Untuk pemakaian botox ada beberapa pakem yang harus diperhatikan, yaitu tidak boleh dilakukan saat hamil dan menyusui, memiliki infeksi kulit, riwayat alergi botox maupun adanya penyakit saraf. Setelah pemberian botox, diharapkan pasien dilarang tidur dalam jangka waktu empat jam.

"Selama empat jam jangan tiduran agar cairan botox tidak berpindah tempat dari area yang sudah diberikan. Hindari juga pemijatan di area tersebut dalam waktu beberapa hari, tapi setelahnya silakan beraktivitas seperti semula," kata Anna.

(ren)