China Ingin Jadi yang Pertama di Sisi Gelap Bulan

Gambar Kutub Utara di permukaan Bulan
Sumber :
  • JAXA/NHK

VIVA.co.id – Pemerintah China kembali menegaskan ambisinya dalam eksplorasi sisi gelap Bulan. Negeri Tirai Bambu itu ingin menjadi negara pertama yang menduduki sisi gelap Bulan dengan mengirimkan wahana antariksa di sisi tersebut pada 2018. 

Dikutip dari Economic Times, Selasa 27 Desember 2016, ambisi pendaratan di sisi gelap Bulan pada 2018 itu tertera dalam paper berjudul 'China's Space Activities in 2016' yang dirilis pada awal pekan ini. 

Dalam paper itu, untuk mendukung ambisinya, pemerintah China akan melanjutkan proyek eksplorasi Bulan mereka dalam lima tahun ke depan. 

"Wahana Bulan Chang'e-4 akan bertugas di sisi gelap Bulan, bergerak mendeteksi dan menyiarkan komunikasi pada titik orbit Bulan dan Bumi," tulis paper tersebut. 

Menurut rencana, Chang'e-4 akan menjalani tiga strategi eksplorasi di sisi gelap Bulan, yaitu mengorbit, mendarat, dan kembali ke Bumi. Tiga tahapan itu akan menjadi pintu bagi misi wahana selanjutnya, Chang'e-5 yang akan diluncurkan pada akhir 2017. 

Dalam misi eksplorasi itu, nantinya robot pendarat itu akan menyurvei geologi dan topografi serta menjalankan riset laboratorium atas sampel Bulan. 

Paper itu menjelaskan, survei, riset geologi serta pengamatan radio astronomi frekuensi rendah akan menargetkan pada area pendaratan di sisi gelap Bulan. 

"Aktivitas itu dalam rangka melahirkan pemahaman yang lebih baik atas informasi dan evolusi Bulan," sebut paper tersebut. 

Bagi China, misi ke Bulan bukan hal yang baru. Tiongkok pernah menjejakkan diri di Bulan dalam misi pada 1976. Kemudian beberapa tahun lalu, China sudah mendaratkan pesawat Chang'e-3 dan pendarat Jade Rabbit, tapi misi terakhir ini mendarat di sisi terang Bulan. 

China berlomba dengan negara Eropa dan Rusia untuk menjadi yang pertama sampai di sisi gelap Bulan.