TKDN Diterapkan, Belanja Impor Hardware Turun Drastis

Ilustrasi smartphone.
Sumber :
  • www.pixabay.com/RitaE

VIVA – Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail, mengatakan lebih dari 95 persen perangkat keras atau hardware telekomunikasi Indonesia adalah impor.

Ia mengungkapkan, baru pada 2015, pemerintah memberlakukan kebijakan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) 30 persen untuk layanan perangkat 4G dan 4G LTE. Sementara itu, data pemerintah menunjukkan, belanja hardware impor ini mencapai Rp46,7 triliun setiap tahun.

"Itu dua tahun lalu. Tapi, sejak diterapkan kebijakan TKDN ini maka pengeluaran uang negara menciut menjadi hanya US$775 juta (Rp10,3 triliun). Ini baru satu kebijakan, belum kebijakan turunannya, " kata Ismail, di Jakarta, Kamis 2 November 2017.

Ismail mengatakan, transformasi perlu dilakukan di era digital saat ini. Dia mengungkapkan hasil sebuah survei, 90 persen pemimpin perusahaan mengetahui bahwa transformasi digital penting dilakukan. Namun sayang, baru 51 persen yang merencanakan transformasi dan 22 persen, bahkan, belum memasukkan transformasi digital ke rencana bisnis perusahaan.

Dengan demikian, Ismail melihat hal tersebut adalah celah pasar yang dapat dimanfaatkan oleh para pebisnis. "Artinya, kita punya potential growth yang tinggi," ujar dia.

Sebagai informasi, posisi GDP Indonesia pada 2016 berada pada posisi 16. Diperkirakan, pada 2030 akan meningkat ke dalam 10 besar, tepatnya posisi ke sembilan. Adapun, kekuatan daya beli atau purchasing power orang Indonesia diperkirakan juga akan melonjak ke peringkat lima pada 2030.