Dunia Semakin Terbalik, Ini Buktinya

Ilustrasi korban perkosaan.
Sumber :
  • U-Report

" Perlu perubahan budaya "


Kekerasan seks terhadap perempuan menjadi fokus di India dalam beberapa tahun terakhir. - Getty Images

Persetujuan dalam soal hubungan seks adalah persoalan besar dalam berbagai budaya.

Di beberapa negara, seperti di Inggris, berhubungan seks dengan orang yang tak memberikan persetujuan dianggap pemerkosaan.

Di Swedia, . Namun ini tidak sama di banyak negara lain.

Di India, dalam perjalanan untuk bersaksi atas pemerkosaan yang menimpa dirinya bulan Desember 2019.

" Perubahan budaya "

"Perlu ada perubahan budaya untuk menghapus stereotip yang memungkinkan pelaku dibebaskan," kata Orit Sulitzeanu, pimpinan Association of Rape Crisis Centers di Israel.

Ia ke Siprus untuk membela si remaja perempuan yang dituduh berbohong tadi.

Di Indonesia, Mariana menekankan pentingnya segera disahkannya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual yang menyediakan perlindungan hukum kepada korban.

"Selain perlindungan hukum, perlu ada perubahan budaya," kata Mariana, "termasuk perlunya perspektif aparat penegak hukum dalam memahami apa itu pemerkosaan dalam arti luas," ujarnya.

Korban pemerkosaan, media sosial dan pornografi balas dendam


Penyelidikan BBC menemukan situs porno mengambil untung dari "pornografi balas dendam" dan tidak menghapus video-video yang dilaporkan. - Getty Images

Korban pemerkosaan - apapun kebangsaannya - tidak hanya berurusan dengan akibat fisik dan psikis dari serangan yang mereka alami.

Terkadang korban pemerkosaan malah sering diperlakukan seperti pelaku kejahatan.

Korban dan keluarganya kerap diledek di media sosial, terkadang dalam bentuk pornografi balas dendam, yang mendatangkan trauma tambahan yang sangat besar.

Beberapa jam sesudah dugaan pemerkosaan di Siprus, muncul sebuah video yang memperlihatkan beberapa pria sedang berhubungan seks dengan remaja perempuan Inggris.

Demikian pula yang terjadi dengan korban "gerombolan serigala" di Spanyol.

Memang tuduhan pemerkosaan palsu terjadi, tetapi sangat jarang, diperkirakan kurang dari satu persen.

Lagipula, siapa yang bersedia mengadu dan membuat hidup mereka diperiksa publik sedemikian rupa?


- BBC

Jika Anda termasuk mengalami hal yang ditulis dalam artikel ini, silakan hubungi Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) di alamat Jl. Latuharhary No.4B, RT.1/RW.4, Menteng, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10310, Indonesia, telepon 021 3903963.