Maket Lalulintas Buka Tutup Blok M-Cipete

Maket pengalihan arus jalan layang Antasari
Sumber :
  • Dokumen Dinas PU DKI

VIVAnews - Flyover atau jalan layang non tol akan dibangun dari kawasan Blok M hingga ke Cipete, Jakarta Selatan. Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta sudah menyiapkan rekayasa lalulintas untuk mengatasi kemacetan di jalur ini.

Beban kendaraan di jalur lokasi pembangunan proyek akan sangat padat. Kendati dilakukan pengalihan, arus lalu lintas akan tetap macet.

"Sama saja kami memindahkan beban kendaraan ke jalur lainnya. Tentunya jalur yang menerima beban bertambah macet," kata Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Sutarman.


(Keterangan gambar 1: Saat pekerjaan tiang pancang di median jalan, hanya satu lajur yang terpakai dari dua lajur yang tersedia. Ini berlaku bagi kendaraan baik dari arah Blok M maupun Cipete.)

Kapolda minta masyarakat bersabar. "Akan makin macet selama dua tahun, tapi setelahnya akan berkurang," katanya.

Dia mengatakan Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya akan bekerja maksimal untuk mengatur arus lalulintas.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Ery Basworo, kawasan Casablanca memiliki aktivitas lalulintas yang sangat tinggi, maka selama pembangunan dipastikan macet parah.

Sistem buka tutup jalan diyakini adalah satu-satunya cara untuk mengurangi kemacetan. "Tidak akan mungkin diberlakukan sistem pengalihan jalan," ujar Ery.

Untuk itu, masyarakat diimbau mencari jalan alternatif bila tak ingin terjebak macet. "Risikonya memang seperti itu kalau ada pembangunan. Tidak ada pengalihan jalan, semua jalan sudah penuh juga," ujarnya.


(Keterangan gambar 2: Saat pekerjaan tiang pancang di median jalan dengan kondisi ada alat berat, hanya satu lajur yang terpakai dari dua lajur yang tersedia. Ini berlaku bagi kendaraan baik dari arah Blok M maupun Cipete.)

Meski selama masa pembangunan akan macet, namun jika sudah selesai dibangun jalan layang ini akan mengurangi kemacetan sekitar 30 persen.

Pembangunan jalan layang ini akan dimulai akhir tahun 2010.

Kepala Bidang Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta, Novizal, mengatakan, jalan layang Antasari dibangun dengan ruas mulai dari Pasar Inpres Cipete hingga ke Lapangan Mabak Blok M.

Total dana yang dibutuhkan untuk pengerjaan jalan layang ini mencapai Rp737 miliar.

Ada lima pengembang yang membangun jalan layang Antasari."Pengerjaan tender sudah mulai pada 22 November ini. Pendataan dilakukan untuk mengetahui utilitas yang harus dipindahkan karena masuk dalam kawasan proyek. Setelah itu mulai mengerjakan fisik," kata Novizal.

(Keterangan gambar 3: Saat pekerjaan tiang pancang tepi jalan, satu jalur akan dipakai, sehingga dilakukan buka tutup. Ini berlaku bagi kendaraan baik dari arah Blok M maupun Cipete.)


Pembangunan jalan layang non tol Antasari akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pertama akan dimulai pembangunan dengan ruas Pasar Inpres Cipete lalu menuju Lapangan Mabak Blok M. Tahap kedua akan dibangun di jalur sebaliknya.

Sebelumnya, sudah dilakukan studi kelayakan dan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) pada tahun 2009.

Panjang jalan layang Antasari yaitu 4,8 kilometer dengan lebar 8,75 meter untuk satu jalur. Karena akan dibuat dua jalur, maka total lebar jalan layang menjadi 17,5 meter dengan ketinggian 10 meter dari jalan existing.

Jenis konstruksi jalan layang yaitu dengan pondasi bored pile, pier beton, portal beton dan box girder segmental.


(Keterangan gambar 4: Saat pekerjaan tiang pancang tepi jalan di siang hari dua jalur bisa dipakai, sehingga tak perlu dilakukan buka tutup. Ini berlaku bagi kendaraan baik dari arah Blok M maupun Cipete.)

Waktu pelaksanaan pembangunan fisik dilaksanakan selama 630 hari atau sekitar 1 tahun 7,5 bulan dengan sistem proyek multiyears.

Tidak hanya itu, setelah pembangunan fisik selesai, kontraktor masih memiliki kewajiban untuk memelihara jalan layang selama 180 hari.

Untuk rutenya dari arah selatan ke utara, yakni masuk Jalan Antasari menuju Brawijaya, Prapanca turun ke Wijaya I dekat Kantor Walikota Jakarta Selatan.

Sedangkan rute utara ke selatan, masuk dari Lapangan Mabak Blok M, menuju Jalan Iskandarsyah, Prapanca, Brawijaya dan turun di Jalan Pangeran Antasari.

"Rute selatan ke utara turun di Wijaya I karena hasil kajian banyak yang belok kanan. Karena itu tidak mungkin diteruskan ke lapangan Mabak. Tapi kalau ada yang mau melanjutkannya bisa melalui underpass Trunojoyo yang sudah ada," jelasnya.

Pembangunan jalan layang membutuhkan lebar 30 meter, sedangkan lebar Jalan Antasari hanya 20 meter.

Untuk itu, Dinas PU DKI akan melakukan pembebasan tanah selebar 5 meter kiri dan kanan. Begitu juga sepanjang Jalan Pangeran Antasari di ruas Cipete hingga Wijaya I akan dibangun dua jalur jalan.

Namun, untuk Lapangan Mabak Blok M hingga Jalan Iskandarsyah akan dibuat satu jalur dengan tiang.