Kekuatan Tim Penyelamat Cari Korban Kapal Maut Zahro

Proses evakuasi kebakaran Kapal Motor Zahro Express yang menyebabkan 23 penumpang tewas.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

VIVA.co.id – Kepolisian masih mencari korban kapal wisata maut KM Zahro Express yang diduga belum ditemukan, usai kapal itu terbakar dalam pelayaran di Perairan Kepulauan Seribu.

Menurut Direktur Polisi Perairan (Polair) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi, Hero Hendrianto Bachtiar, untuk dapat menemukan korban yang diduga masih hilang, Kepolisian telah mengerahkan tim pencarian dan penyelamat, serta empat kapal untuk penyisiran.

"Kami setiap hari ada empat kapal secara bergiliran, pagi sampai sore," kata Hero, Rabu 4 Januari 2017.

Hero mengatakan, Kepolisian juga telah berkoordinasi dengan TNI Angkatan Laut (AL) dari Lantamal dengan menurunkan dua kapal perang dan dua kapal patroli AL.

"Kemudian, kapal Basarnas juga ikut melakukan SAR. Ada kapal nelayan, juga yang bantu," ujarnya.

Menurutnya, wilayah pencarian korban itu dimulai dari Pelabuhan Tanjung Priok sampai ke kawasan Timur Kepulauan Seribu, yakni Pelabuhan Tanjung Karawang. 

Adapun waktu pencarian, kata Hero, dilakukan selama tujuh hari. Saat ini, pencarian sudah memasuki hari keempat. Ia pun masih menunggu penemuan mayat yang ditemukan di wilayah Lampu Timur. Jika mayat tersebut adalah korban Kapal Zahro, kemungkinan pencarian akan dilanjutkan.

"Kita lihat lagi ke depan, kalau butuh tindakan lebih lanjut, pencarian kita akan teruskan, atau perpanjang pada korban hilang yang hingga kini masih terus diklarifikasi lagi. Kalau satu korban ini bagian dari Zahro kita akan perpanjang lagi," katanya.

KM Zahro Express tujuan Pulau Tidung terbakar di Perairan Kepulauan Seribu, tepatnya satu mil arah barat dari Dermaga Muara Angke, pukul 09.24 WIB, Minggu 1 Januari 2016.

Dalam peristiwa itu, 23 penumpang meninggal dunia, dengan uraian, 20 korban ditemukan dalam kondisi terbakar di dalam bangkai kapal dan tiga korban tewas akibat tenggelam di lautan. (asp)