KNKT Ungkap Kronologi Terbakarnya KM Zahro Express

Kapal KM Zahro Express yang terbakar berada di Muara Angke, Jakarta Utara.
Sumber :
  • Danar Dono

VIVA.co.id – Peristiwa terbakarnya KM Zahro Express yang terjadi pada pagi hari awal 2017, memberikan banyak pelajaran berharga bagi transportasi Indonesia untuk mencegah kecelakaan serupa.

Dalam media rilis yang digelar hari ini, Jumat, 14 Juli 2017, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan hasil investigasi kecelakaan terbakarnya KM Zahro Express yang menewaskan 24 penumpang itu.

Kapal yang membawa 221 penumpang tersebut berangkat pada 1 Januari 2017 dari Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara pukul 08.15 menuju Pulau Tidung. Hanya berselang 15 menit sejak meninggalkan Pelabuhan Kali Adem, terlihat asap dan api yang kemudian membesar, hingga hampir seluruh bagian kapal terbakar.

Dari geladak bagian haluan hingga buritan hangus terbakar. Bangunan atas kapal, ruang navigasi, kamar mesin, dan peralatannya juga hangus terbakar. 

"Berdasarkan penelitian dan pengujian terhadap generator yang mengalami masalah, ditemukan tanda-tanda goresan yang menunjukkan adanya gesekan yang bisa menimbulkan panas. Selain adanya goresan, terdapat pula lompatan bunga api yang memberikan dampak berupa bercak. Hal ini diakibatkan rusaknya bearing penopang poros putar rotor," kata Bambang Safari Alwi, Investigator Pelayaran KNKT di Jakarta, Jumat, 14 Juli 2017.

Berikut ini kronologi kejadian terbakarnya KM Zahro Express seperti disampaikan oleh Bambang.

1. Pada Sabtu, 31 Desember 2016 pukul 13.15 WIB, kapal motor Zahro Express sandar di dermaga Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke. Bahan bakar yang tersedia 150 liter. 

2. Tanggal 1 Januari 2017, pukul 04.00 WIB, Kepala Kamar Mesin (KKM) menghidupkan mesin penggerak generator listrik dan setelah listrik tersedia, KKM menghidupkan peralatan-peralatan untuk operasional kapal.

3. Sejak pukul 05.00 WIB hingga menjelang keberangkatan, para penumpang mulai berdatangan dan menaiki kapal dengan menempati akomodasi geladak utama dan atas. 

4. Pukul 06.30 WIB, Nakhoda KM Zahro Express mengajukan permohonan keberangkatan kapal kepada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) untuk tujuan Pulau Tidung (penumpang 100 orang dan lima awak kapal).

5. Pukul 07.00 WIB, Kepala KSOP Muara Angke menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dan 30 menit kemudian KKM menghidupkan mesin induk.

6. Pukul 08.15 WIB, KM Zahro Express lepas tali dan berlayar meninggalkan Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke dengan kecepatan normal sekitar 10 knot. 

7. Sekitar 15 menit kemudian, terlihat asap dan api yang kemudian membesar hingga hampir seluruh bagian kapal terbakar.
 
8. Lokasi kecelakaan terbakarnya KM Zahro Express berada di sekitar perairan utara Teluk Jakarta atau sekitar 3 mil dari dermaga Muara Angke.