Beruang Madu Teror Warga Lubuk Selasih

Warga melihat bekas jejak beruang madu.
Sumber :
  • Dok. BKSDA Solok/Andri Mardiansyah

VIVA –  Konflik antara Manusia dengan satwa liar yang dilindungi kembali terjadi. Kali ini, kemunculan seekor Beruang Madu di sepanjang dapur perumahan warga di Jorong Lubuk selasih, Kenagarian Batang Barus, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, telah menyebabkan rasa takut dan cemas. Warga pun merasa takut, untuk beraktivitas. 

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam resor Solok, Afrilius menyebutkan, konflik pertama terjadi pada Sabtu 9 Maret 2019. Beruang Madu saat itu, sempat masuk ke dalam dapur rumah Safrudin dan mengonsumsi minyak bekas gorengan yang disimpan dalam jerigen.

Kemudian pada malam Kamis kesesokan harinya, sekira pukul 01.00 WIB, beruang itu kembali masuk ke dalam rumah warga dengan cara membuka atap. Selain itu, hewan dengan nama latin Helarctos Malayanus itu, juga melakukan perusakan perabotan di dalam rumah.

"Karena, sifatnya sudah meresahkan seperti ini, korban melaporkan kejadian tersebut kepada Wali Nagari Batang Barus dan diteruskan ke kita. Laporan kita terima pada Kamis kemarin," kata Afrilius, Senin 18 Maret 2019.

Setelah mendapat laporan tersebut, ujar Afrilius, pihaknya segera mengerahkan sejumlah personil untuk melakukan penanganan konflik tersebut. Identifikasi dan verifikasi juga dilakukan. 

"Untuk sementara, upaya yang kita lakukan dengan cara penghalauan menggunakan senjata petugas dan meriam karbit dari masyarakat. Jadi, dengan bunyi-bunyian, dihalau satwa itu kembali ke habitatnya. Kalau perangkap belum bisa dipasang, karena lokasi kejadian berada di sekitar habitat aslinya,"ujar Afrilius.

Meski demikian, BKSDA mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar tidak mengambil tindakan sendiri, termasuk tindakan yang dapat mengancam keselamatan beruang madu tersebut. Karena, beruang madu merupakan salah satu satwa liar yang dilindungi oleh undang-undang. (asp)