Wapres Minta Pemda Aktif Sosialisasi Vaksinasi ke Pedagang

Wakil Presiden Ma'ruf Amin meresmikan pasar rakyat di Kota Pariaman, Sumatera Barat, yang khusus memperjualbelikan produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Selasa, 6 April 2021.
Sumber :
  • VIVA/Andri Mardiansyah

VIVA – Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin meminta kepada seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) untuk aktif menyosialisasikan vaksinasi COVID-19 kepada pedagang di seluruh pasar yang ada. Hal itu, disampaikan Ma’auf Amin saat berpidato sesaat sebelum meresmikan secara langsung Pasar Rakyat di Kota Pariaman, Sumatra Barat, Selasa 6 April 2021.

Menurut Ma’ruf, pasar merupakan tempat dengan tingkat interaksi dan mobilitas yang tinggi. Maka dari itu, ia mendorong Pemerintah Daerah untuk aktif menyosialisasikan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 kepada para pedagang pasar sebagai target penerima vaksin.

“Mengingat pasar merupakan tempat dengan interaksi dan mobilitas yang tinggi, saya mendorong pemerintah untuk aktif menyosialisasikan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 kepada para pedagang pasar sebagai target penerima vaksinasi COVID-19,” kata Wapres Ma’ruf, Selasa 6 April 2021.

Lebih lanjut Ma’ruf mengatakan, vaksinasi harus dilakukan dalam rangka upaya menjaga lingkungan pasar dan juga dalam rangka membentuk Herd Immunity. Hal ini agar Indonesia terbebas dari COVID-19. Pemerintah, katanya, menargetkan 70 persen penduduk atau 181 juta penduduk di vaksin, barulah terbentuk Herd Immunity.

“Vaksinasi ini, harus kita lakukan dalam rangka upaya menjaga lingkungan pasar dan juga dalam rangka membentuk Herd Immunity. Supaya, kita terbebas dari Covid-19 yang target pemerintah harus mencapai 70 persen penduduk 181 juta penduduk baru terbentuk,” katanya.

Menurutnya, para ulama pun menyatakan bahwa vaksinasi dan mengenakan masker itu adalah kewajiban atau Fardhu Kifayah. “Para ulama juga menyatakan bahwa vaksinasi, mengenakan masker itu merupakan kewajiban. Itu termasuk Fardhu Kifayah. Artinya, itu tidak bisa di capai kalau semua tidak di vaksin. Ini mencegah dari pada bahaya,” tutup Ma’ruf Amin.