Rekor, Golput Pilkada DKI Hanya Sekitar 20 Persen

Penyelenggaraan pilkada serentak di Indonesia.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ANTARA FOTO

VIVA.co.id – Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu wilayah Sumatera dan Jawa Partai Golkar, Nusron Wahid menyebut, angka 20 persen lebih warga yang tidak menggunakan hak suaranya atau golput dalam Pilkada DKI Jakarta sudah termasuk bagus.

"Sebenarnya sudah bagus kalau cuma 20 persen hitungan Jakarta. Sudah bagus, masih banyak memilih," kata Nusron di Kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli, Slipi, Jakarta Barat, Jumat 17 Februari 2017.

Bahkan, Kepala BNP2TKI ini membandingkan partisipasi warga di Pilkada lainnya yang tak menyentuh angka 60 persen lebih.

"Coba cek pilkada lain, rata-rata di angka 60 persen bahkan 50 persen. Menurut saya sudah spektakuler angka seperti itu," ujarnya.

Ia pun menambahkan, faktor sosok Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok juga menjadi penyebab 'sedikitnya' warga Jakarta yang tidak menggunakan hak pilihnya.

"Dan saya yakin kalau tidak ada Ahok, tidak sampai segitu (pemilih Pilkada). Karena ada Ahok, orang yang anti Ahok semangat pemilih untuk dimobilisasi. Ini saya yakin kalau bukan karena Ahok nggak seperti itu. Kalau orang biasa seperti saya mungkin cuma 40 persen yang pilih," ujarnya.

Sebelumnya, dari data Real Count Komisi Pemilihan Umum (KPU) sementara, 23 persen warga DKI Jakarta tidak menggunakan suaranya alias golongan putih.

Mengutip situs resmi KPU, warga ibukota yang memilih golput pada pemungutan suara pilkada DKI Jakarta 2017 sebanyak 1.570.185 orang, terdiri dari 953.019 laki-laki dan 712.406 perempuan.

Angka ini masih mungkin berubah, mengingat perhitungan suara KPU belum mencapai 100 persen.

Adapun, total pemilih dalam pesta demokrasi ibukota sebanyak 6.815.415 orang. Namun, dari jumlah tersebut, hanya sekitar 77 persen atau 5.245.266 orang di antaranya yang menggunakan hak pilih mereka pada pemungutan suara Rabu 15 Februari lalu.