Gara-gara Facebook, Bisnis Jodoh Online Jadi Panas

CEO Facebook Mark Zuckerberg.
Sumber :
  • Reuters/Stephen Lam

VIVA – Keberadaan aplikasi ternyata membantu banyak pria maupun wanita dengan mudah mencari pasangan melalui online. Sebut saja Tinder, Badoo, OkCupid atau Hinge.

Data yang dikeluarkan perusahaan riset, eMarketer, menunjukkan bahwa sekitar 27 persen pengguna ponsel pintar atau smartphone adalah lajang atau jomblo.

Jumlah ini diperkirakan meningkat hingga 35 persen dalam lima tahun ke depan. Atas dasar itulah, Facebook tertarik terjun ke bisnis kencan atau jodoh online.

Chief Executive Officer Facebook, Mark Zuckerberg, seperti dikutip Reuters, Rabu, 2 Mei 2018, mengumumkan akan segera meluncurkan layanan kencan online untuk dan bersaing dengan aplikasi sejenis.

Hal ini ditegaskannya dalam pidato di acara konferensi tahunan Facebook, F8, Selasa kemarin, 1 Mei. Menurutnya, layanan kencan online ini ditujukan untuk mereka yang ingin membangun hubungan yang serius dan jangka panjang.

Zuckerberg melanjutkan, fitur ini memberikan jalan bagi pasangan baru dengan layanan yang aman melalui layanan kencan online yang unik dan tanpa harus mengganggu pengguna Facebook lain yang tidak tertarik dengan layanan ini.

Fitur baru kencan online ini akan tersedia dalam aplikasi Facebook melalui ikon di sisi kanan atas yang akan membawa pengguna ke dalam portal yang disebut dengan "Dating Home."

"Nanti akan ada tiga fitur utama, profil kencan (dating profile), ketertarikan (interested) yang ditandai dengan ikon hati, dan pembicaraan (conversation). Ketiganya disertai dengan foto pengguna yang memenuhi layar smartphone bagian bawah," paparnya.

Selain itu, Zuckerberg mengklaim bahwa keamanan dan privasi tetap menjadi perhatian utama dari fitur baru ini meskipun belum dijelaskan lebih detail bagaimana mengendalikannya.

Sementara itu, Chief Product Officer Facebook, Chris Cox, mengungkapkan cara kerja dari fitur ini. Ia mengatakan bahwa fitur kencan ini, tidak hanya memungkinkan pengguna melihat acara apa yang akan dilaksanakan, tetapi juga bisa melihat siapa saja yang akan datang dan mengirim mereka pesan.

"Contohnya, pengguna bisa memulai pembicaraan dengan mengomentari foto mereka. Tapi, untuk alasan keamanan, komentar hanya bisa dilakukan dalam bentuk teks. Kemudian, setiap kegiatan yang dilakukan di layanan ini tidak akan muncul di News Feed pengguna," tutur Cox.

Meski begitu, fitur baru ini diperkirakan tidak memiliki fitur untuk menggeser (swipe) foto profil pengguna lain ke kiri atau kanan. Seperti diketahui, fitur menggeser foto profil ini menjadi ciri khas dengan aplikasi kencan lain pesaing Facebook.

"Fitur ini sudah muncul sejak saya bergabung dengan Facebook tahun 2005. Tapi, baru dipertimbangkan keberadaannya dengan serius dua tahun lalu. Setelah Zuckerberg posting cerita soal menemukan pasangan lewat Facebook," jelas Cox.

Kehadiran Facebook di bisnis cari jodoh di dunia maya ini ternyata berdampak bagi aplikasi kencan lainnya. Adalah Match Group, perusahaan induk yang menanungi Tinder, OkCupid dan Match.com, anjlok 23 persen.

Match menyebut dirinya sebagai aplikasi kencan online pertama di dunia. Bagai efek domino, hal ini berimbas ke perusahaan induk Match, IAC, yang sahamnya ikut jatuh 15 persen.

CEO Match Group, Mandy Gisberg, mengaku terkejut dengan masuknya Facebook. Ia juga mengingatkan kalau bisnis ini banyak menyimpan data personal dan sensitif. "Kami terkejut. Tapi, masuknya Facebook memberi angin segar bagi bisnis ini," kata Gisberg.