Penyelenggara Pameran Pernikahan Bidik Transaksi Rp33 Miliar

Suasana pelaminan pernikahan Palembang peranakan
Sumber :
  • Bimo Aria/VIVA.co.id

VIVA.co.id – Gebyar Pernikahan Indonesia (GPI) untuk yang ke-6 kalinya resmi dibuka hari ini. Gelaran yang akan berlangsung selama 20-22 Januari 2017 ini diikuti 130 vendor penyelenggara pernikahan tradisional terbaik di Indonesia – mulai perhiasan, kartu undangan, katering, souvenir, tata rias hingga busana pengantin.

Pada pameran kali ini, GPI ke-6 menghadirkan tema Peranakan. Istilah peranakan biasa untuk menyebut masyarakat keturunan China yang tersebar di Singapura, Malaysia hingga Indonesia.

"Di Indonesia, peranakan memiliki pengaruh kuat dalam budaya, khususnya di wilayah Pontianak, Palembang, Betawi, Semarang hingga Surabaya," kata Arief Rachman, Direktur Marketing Parakrama Organizer selaku penyelenggara saat ditemui di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Jumat 20 Januari 2017.

Selama ini, GPI memang rutin mengangkat tema-tema tradisional dari budaya Indonesia. Dan bukan tanpa alasan Arief memilih tema bernuansa tradisional tersebut dalam pameran pernikahan kali ini.

"Saya ingin generasi muda kita menggelar pesta pernikahan dengan menjunjung tinggi adat istiadat daerahnya masing-masing," kata Arief.

Di samping itu, pameran kali ini diharapkan mampu menarik lebih dari 17 ribu pengunjung dengan target total transaksi selama pameran mencapai Rp33 miliar.

"Target ini sebenarnya mengacu pada pameran yang sebelumnya yang mencapai angka tersebut. Ya paling tidak untuk total transkasi lebih dari Rp30 miliar. Kami harap bisa Rp33 miliar," ujar dia.

Acara berlangsung di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta selatan mulai pukul 10.00-21.00 WIB. Sementara pada pembukaan, ditampilkan pagelaran tari tradisional Betawi yang kental dengan pengaruh peranakan. (ren)