6 Fakta Mengejutkan Seputar Jerawat

Kulit berjerawat.
Sumber :
  • Flickr

VIVA – Jerawat bisa jadi masalah besar bagi penderitanya. Meski tidak memengaruhi fungsi organ atau fungsi tubuh lainnya, mereka yang berjerawat cenderung kehilangan rasa percaya diri dan merasa frustasi. Terlebih, jika telah mengupayakan berbagai macam cara, namun jerawat tak kunjung hilang. 

Penelitian dari Oxford Medical College, India tahun 2016 menunjukkan bahwa tingkat keparahan jerawat membawa dampak negatif yang besar pada kualitas hidup dan harga diri seseorang.

Salah satunya seperti yang dialami Azizah, seorang wanita berusia 24 tahun yang bekerja di salah satu bank swasta. Dia merasa tak percaya diri karena wajahnya yang berjerawat. 

Awalnya, Azizah tak memiliki masalah dengan kulit wajah, namun setelah lepas dari klinik kecantikan tempatnya mempercayakan perawatan wajahnya selama empat tahun, wajahnya mulai berjerawat. Alhasil, saat harus bertemu dengan klien, wanita berhijab ini harus menutupi dengan banyak kosmetik.  

"Awalnya coba lepas obat dari klinik kecantikan, enggak bertahap, langsung lepas. Awalnya, cuma beruntus, lama-lama banyak, malah kayak pakai blush on," ujarnya sambil menunduk.

Sebenarnya, ada banyak hal yang memicu masalah jerawat, dan sebuah penelitian menunjukkan bahwa 85 persen orang di seluruh dunia pernah mengalami masalah jerawat, dengan rentang usia 15 hingga 24 tahun.

Berikut, beberapa fakta menarik seputar jerawat yang harus diketahui, dari penyebab hingga alternatif pengobatannya tanpa menderita:

Penyebab utama jerawat

Ternyata, sebenarnya berdasar penelitian yang dilakukan Universitas Airlangga tahun 2016, penyebab jerawat pada wanita sebagian besar dipengaruhi dua hal, yang pertama kosmetik dan kedua hormon. Sementara pada pria adalah karena makanan dan stres. Salah asumsi perawatan kecantikan juga bisa menjadi penyebab lain timbulnya jerawat.

"Tidur kurang juga bisa jadi penyebab munculnya jerawat. Kalau tidak istirahat, hormon akan mem-push untuk bekerja. Hormon androgen meningkat, cewek yang harusnya enggak banyak, saat begadang hormon androgen meningkat yang meningkatkan kelenjar minyak, dan menyebabkan jerawat," kata Dokter Adinda Fitriningtias, Dokter ZAP Clinic Jakarta, yang ditemui saat jumpa pers peresmian pembukaan cabang ke 37 klinik kecantikan tersebut di Lampung 

Jenis jerawat

Ada empat jenis jerawat, yaitu Jerawat Nodular (peradangan di dalam epidermis bawah), Jerawat Cysts (tipe jerawat lama, dengan peradangan hebat. 

"Di dalamnya agak ada cairan, menonjol tapi tidak begitu besar," kata Dokter Adinda. 

Kemudian ada jerawat papula dengan bentuk menonjol dan berwarna merah, dan jerawat pustula  dengan nanah di dalam dan biasanya penderita senang memencetnya. 

Perawatan kecantikan 

Dokter Adinda mengatakan tidak masalah jika Anda ingin mengatasi jerawat di klinik kecantikan. Namun jika Anda berniat untuk berhenti memakai obat produk kecantikan dari klinik tersebut sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. 

"Sebenarnya komunikasi antara dokter dan pasien penting. Enggak ada masalah obat di manapun, karena hampir sama obat-obatnya," ujar Dokter Adinda. 

Memicu depresi

Penelitian dari University of Calgary Kanada selama 26 tahun, menyebutkan bahwa orang berjerawat memiliki risiko depresi yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak berjerawat. 

Dipencet

Baik itu dokter, perawat, apalagi sendiri, jerawat sebaiknya tidak dipencet sama sekali. 

Pengobatan

Karena jerawat bisa disebabkan oleh banyak hal, metode penyembuhannya juga tidak bisa hanya dengan satu cara. Dari pemilihan kosmetik yang sesuai untuk wajah berjerawat, hingga memilih perawatan kulit yang tepat. Salah satunya yang tengah menjadi tren di kalangan wanita adalah metode laser, karena selain prosesnya tak menyakitkan, laser juga memberikan hasil yang lebih memuaskan.