Denada Sempat Temukan Lebam-lebam di Tubuh Shakira, Gejala Leukimia

Denada
Sumber :
  • Instagram/@denadaindonesia

VIVA – Sungguh malang yang dialami penyanyi Denada, putri semata wayangnya, Shakira Aurum, kini tengah menjalani beragam tindakan medis untuk mengobati leukemia yang ia derita. 

Berdasarkan penuturan Denada, Shakira Aurum sudah divonis leukemia sejak awal Juni 2018. Mulanya Denada merasa ada sesuatu yang salah sejak Shakira pulang liburan dari Portugal bersama ayahnya, Jerry Aurum.

Beberapa tanda fisik terlihat di tubuh Shakira yang masih ceria sesaat sebelum divonis leukemia. Denada melihat anaknya mulai lebam-lebam di bagian kaki, lalu sempat demam tinggi. Ia pun langsung membawa Shakira ke rumah sakit di Jakarta dan sempat diizinkan pulang oleh dokter. Meski kala itu dokter mengatakan tidak ada apa-apa namun Denada tetap mencari tahu apa yang terjadi pada buah hatinya.

Berkat keteguhan Denada meminta anaknya diobservasi, rasa khawatirnya pun terbukti saat bertemu ahli darah kalau Shakira menderita leukemia.

Angka kanker pada anak setiap tahun selalu mengalami peningkatan. Hingga kini pun sebagian besar anak dengan kanker datang sudah dalam keadaan lanjut. Hal ini salah satunya dikarenakan masih rendahnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat khususnya orangtua mengenai kanker pada anak.

Di samping kesadaran orangtua akan kondisi penyakit yang ada pada anak juga masih sangat rendah. Konsultan kanker anak RS Dharmais dr. Edi S. Tehuteru, SpA(K) mengatakan, masyarakat harus mengetahui apa yang harus diwaspadai sehingga gejala ditemukan dengan cepat dan cepat mengambil tindakan, serta cepat ke dokter. 

Edi mengatakan, sebagian besar orangtua menganggap jika buah hati mereka masih terlihat aktif, riang ketika bermain, artinya anak masih sehat. Meski terlihat tanda dan gejala sekalipun, hingga anak sudah terlihat lemas atau benjolan sudah besar, barulah orangtua panik. Untuk mengenali gejala-gejala leukimia pada anak, berikut ini beberapa point yang perlu dipahami.

1. Pengelompokan jenis kanker

Pertama kita harus mengetahui jenis kanker anak ada apa saja. Secara garis besar, kanker pada anak dibagi dua kelompok, kelompok padat dan cair.

2. Waspada benjolan

Kanker padat wujudnya adalah benjolan. Misalnya, ketika orangtua sedang memandikan anak kemudian diraba ada benjolan, curigalah terlebih dahulu jika itu kanker.

"Kalau kami di kedokteran, berpikir yang jelek dahulu, jangan yang bagus. Lebih baik berpikir jelek, tapi akhirnya tidak apa-apa," imbuh Edi.

3. Anak pucat dan demam

Kemudian kanker kelompok cair, contohnya adalah kanker darah atau leukimia. Yang perlu diwaspadai orangtua pada kanker jenis ini adalah wajah pucat pada anak. Mulailah curiga bila anak sering demam, atau demam muncul hanya dalam jarak seminggu saja.

4. Curigai mimisan

Perhatikan juga adanya perdarahan seperti mimisan atau ketika sikat gigi, gusi jadi berdarah. Periksa juga jika ada bintik-bintik merah di kulit, jika dua saja dari gejala tersebut muncul, jangan tunda untuk segera mengonfirmasi ke dokter.

"Kadang gejalanya bisa sama dengan penyakit infeksi. Seperti bintik-bintik di kulit bisa sama karena trombositnya rendah.Tapi, tetap mesti waspada dan konfirmasi dokter," ujar Edi mengingatkan.