#TanyaDokter: Beda Nyeri Dada Biasa dengan Serangan Jantung

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSPI dr Istia Muda Perdan, Sp.JP
Sumber :
  • Dokumentasi RSPI

VIVA –Merasakan nyeri di dada bisa jadi tanda serangan jantung. Namun tak selamanya, nyeri di dada merupakan tanda dari serangan jantung. Lalu seperti apa perbedaan antara nyeri dada biasa dengan serangan jantung?

Bersama dr. Teuku Istia Muda Perdan, Sp.JP yang merupakan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, menjelaskan lebih jauh perbedaannya.

Menurut dr Istia, bila bicara soal nyeri dada, di dada manusia terdapat banyak organ. Ada jantung, paru-paru, pembuluh darah, syaraf, hingga kulit dan otot luar. Semuanya bisa memberikan rasa nyeri tetapi karakteristiknya berbeda-beda.
 
"Bila berbicara nyeri dada karena jantung, nyeri dada yang khas adalah rasa seperti tertindih benda berat, rasa seperti diremas di dalam dan lokasinya tidak bisa ditunjuk, dan juga penjalaran seperti tembus ke punggung, menjalar ke leher seperti tercekik atau menjalar ke bahu kiri," ujar dr Istia. 

Namun, lanjutnya, apabila nyeri dada yang dirasakan tidak memiliki karakteristik yang disebutkan di atas, kemungkinan besar berasal dari lokasi lain. Misalnya, yang paling sering adalah otot rangka, atau kulit atau syaraf.

"Untuk memastikannya sebaiknya diperiksakan," sarannya. 

Sementara ciri serangan jantung, karakteristik nyeri dadanya, seperti yang telah dijelaskannya tadi. Tetapi dirasakan dengan intensitas yang sangat hebat dan disertai dengan keringat dingin satu badan kadang disertai mual muntah ataupun sesak. 

"Seringkali di masyarakat serangan jantung sering diartikan atau dirasakan sebagai gejala masuk angin, sakit maag atau dikenal sebagai angin duduk."

"Bila merasakan gejala seperti itu, besar kemungkinan itu juga salah satunya penyebabnya adalah serangan jantung apalagi bila disertai dengan keringat dingin, mual muntah atau sesak napas," ujarnya. Lalu, apa yang harus dilakukan jika seseorang mengalami gejala serangan jantung?

Pertolongan pertamanya adalah, segera ke rumah sakit, agar mendapat pertolongan. Jadi, jangan lakukan hal-hal aneh seperti pernah beredar sebelumnya, tangan ditepuk-tepuk, pundak ditepuk. "Tepuk itu bukanlah penanganan yang benar. Jika menunda ke rumah sakit, ini bisa berakibat fatal."

Untuk itu lebih baik segera ke rumah sakit, untuk memastikan dan memeriksakan apakah ini serangan jantung atau bukan, agar bisa ditangani dengan tepat dan cepat. 

"Hal yang bisa kita lakukan apabila kita sudah mengetahui ada riwayat penyakit jantung, dan sudah mengkonsumsi obatnya rutin, kita bisa mengkonsumsi obat jantung yang biasanya diletakkan di bawah lidah. Ini untuk mengurangi rasa nyeri dan untuk memberikan pertolongan pada jantung kita, akan tetapi apabila belum punya obatnya harus segera ke rumah sakit dan tidak boleh ditunda."