Anjuran Medis bagi Pasien Disfungsi Ereksi

Tidur Tengkurap
Sumber :
  • Pixabay/Wokandapix

VIVA.co.id – Salah satu permasalahan seksual yang umum terjadi pada pria adalah disfungsi ereksi atau kesulitan ereksi. Kondisi ini bisa jadi permasalahan yang serius karena berhubungan dengan masalah kepuasan seksual hingga kesulitan memiliki keturunan.

Saat mengunjungi dokter spesialis hingga tenaga medis untuk menangani masalah tersebut, Anda akan diberikan beberapa alternatif untuk mengatasi kesulitan ereksi. Berikut beberapa penanganan medis beserta penjelasannya yang direkomendasikan dokter, seperti dikutip dari laman Health.

1. Pil

Pil viagra, cialis, dan levitra berfungsi menangani ereksi dengan cara menenangkan otot halus di alat vital pria. Proses itu akan meningkatkan aliran darah dan menimbulkan terjadinya ereksi.

Meski aman, pil ini memiliki efek samping seperti sakit kepala, kongesti sinus, dan blue vision. Namun, efek tersebut biasanya tidak terlalu terasa.

2. Injeksi

Jika asupan obat oral tidak berfungsi, dokter biasanya merekomendasikan obat medis yang disuntik pada bagian samping organ intim. Di mana, obat medis tersebut merupakan hormon semacam prostaglandin, yang cara kerjanya sama seperti pil. Biasanya, dokter akan memberitahukan tata cara penggunaannya, agar mudah digunakan oleh pasien saat di rumah.

3. Alat pompa

Salah satu cara yang terbilang unik namun efektif, yaitu alat vakum pompa pada alat vital. Alat tersebut terbukti mampu meningkatkan aliran darah ke jaringan ereksi di organ intim.

4. Cincin konstriksi

Alat yang berbentuk bulat seperti cincin ini, digunakan melingkari bagian dasar alat vital untuk memperlambat aliran darah yang meninggalkan organ intim tersebut. Alat ini bukan menargetkan peningkatan aliran darah ke organ intim, melainkan membuat aliran darah di alat vital lebih lama agar ereksi lebih tahan lama. Cincin kontriksi ini disarankan tidak digunakan lebih dari 30 menit.

5. Implan

Teknologi implan ini terdiri atas dua jenis yaitu inflatable implan dan malleable implan. Pada inflatable, berbentuk silindris, yang ditempatkan di ruang ereksi organ intim, untuk kemudian memompa area skrotum.

Sementara itu, pada malleable implan, merupakan bentuk yang sedikit kaku. Dimasukkan ke dalam organ intim untuk memanipulasi ereksi secara manual.