Kurang Berat Badan Picu Kematian Anak 5 Kali Lebih Tinggi

ilustrasi
Sumber :
  • pixabay/Lisa Rigony Photography

VIVA.co.id – Jangan remehkan berat badan buah hati Anda, karena kurangnya berat badan bisa berdampak pada masa depannya. Jika dalam kurva berat badan anak yang dikeluarkan WHO, berat badan anak berada di bawah angka -2 atau -3 maka dia akan berpeluang mengalami kematian karena diare 5 kali lebih besar dibandingkan anak yang berat badannya tidak kurang.

Berat badan kurang juga membuat anak berisiko meninggal akibat radang paru empat kali lebih besar, karena malaria empat kali lebih besar, dan campak tiga kali lebih besar dibandingkan anak yang berat badannya tidak kurang. Jika dirangkum seluruhnya, anak dengan berat badan kurang akan mengalami kematian karena bermacam-macam penyakit empat kali lebih besar.

Sementara dokter spesialis konsultan tumbuh kembang - pediatri sosial, Dr. dr. Ahmad Suryawan, SpA(K) mengatakan, berat badan anak yang kurang akan membuat aktivitas fisiknya menurun, secara struktur otaknya kecerdasan anak akan rendah.

"Dia akan memiliki perbedaan poin IQ yang cukup lebar yaitu 7-31 poin, tergantung di negara anak tinggal. Kalau di negara maju perbedaannya 7 poin, kalau negara sedang berkembang bisa 31 poin. Mengejar perbedaan 5 poin saja sudah sangat sulit, apalagi 7 poin," ujar dokter yang akrab disapa Wawan ini kepada VIVA.co.id.

Selain itu, anak juga akan mengalami gangguan emosi, performa di sekolah tidak optimal sehingga prestasi akademisnya menurun. Jadi, jika Anda tidak ingin buah hati mengalami hal ini, pencegahan terbaik adalah mengoptimalkan masa 1.000 hari pertama kehidupannya.

"Di 54 negara, penurunan berat badan tertinggi terjadi pada usia 2 tahun. Karena itu, pada 1.000 hari pertama ini bisa dicegah, setelah itu berat badannya akan stagnan," imbuh Wawan.